Senin, 18 Mei 2026, pukul : 20:40 WIB
Surabaya
--°C

Surabaya Cross Culture Akan Didaftarkan ke Kharisma Event Nusantara

SURABAYA-KEMPALAN: Surabaya Cross Culture International Folk Art Festival (SCCIFAF) telah menjadi ajang tahunan di Kota Pahlawan. Meski sempat vakum selama tiga tahun karena pandemi Covid-19, event tersebut kembali digelar Pemkot Surabaya di tahun 2023.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pemkot berencana mendaftarkan SCCIFAF ke dalam Kharisma Event Nusantara (KEN). Keinginan itu didasari karena ingin mengembangkan event tersebut agar lebih luas seperti halnya Festival Rujak Uleg.

“Yang kita daftarkan ada Festival Rujak, yang sudah masuk. Terus Parade Bunga dan Insya Allah Cross Culture ini,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Kamis (20/7).

Eri Cahyadi mengakui, delegasi yang ikut dalam Surabaya Cross Culture di tahun 2023 ini tidak sebanyak  sebelumnya. Pasalnya, SCCIFAF sempat terhenti tiga tahun karena adanya pandemi Covid-19.

“Kalau kemarin (sebelum pandemi) yang ikut banyak, tapi setelah pandemi belum banyak delegasi yang datang ke Surabaya. Mungkin insyaAllah setelah tahun depan kita daftarkan bisa masuk KEN seperti Rujak Uleg,” jelasnya.

Melalui event SCCIFAF ini, Eri menyatakan ingin menunjukan budaya Surabaya kepada para delegasi yang berasal dari berbagai daerah dan mancanegara. Karena menurutnya, Surabaya ini memiliki banyak budaya tarian dengan berbagai ragam.

“Setelah itu saya ingin menunjukkan  bahwa Surabaya ini punya talenta, mulai dari anak kecil hingga dewasa. Dan yang terpenting adalah ketika kita tampil bersama dengan seluruh delegasi dari luar negeri, Surabaya juga punya kemampuan untuk itu,” bebernya.

Bahkan,  Eri mengungkap jika Surabaya mendapatkan permintaan agar mengirimkan delegasi untuk tampil di Uzbekistan dan India. Hal ini menunjukkan jika budaya seni asal Kota Surabaya telah diakui oleh negara-negara lain.

“Jadi mereka betul-betul merasa budaya Surabaya ini bisa tampil di luar sana. Bahkan dari Kochi Jepang, juga minta kita (Surabaya) tampil di sana,” ungkap Eri.

Saat ditanya tarian seperti apa yang akan ditampilkan ke luar negeri, Eri menyebut di antaranya Tari Remo dan Gito Maron. Namun, kata dia, tarian yang akan ditampilkan di luar negeri tentu ada modifikasinya.

“Tapi saya ada bangganya ketika semua budaya seni yang kita tampilan menarik pihak luar negeri untuk diajak  berkolaborasi di sana. Berarti mengakui, tarian kita, budaya kita juga Alhamdulillah nyaman, enak dilihat, dan filosofi-filosofinya ada,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.