SURABAYA-KEMPALAN:Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa membuka Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim Tahun 2023 di Grand City Convention Exhibition Surabaya, Rabu (31/5).
Rakerprov ini bertujuan untuk mengevaluasi perjalanan selama tahun 2022 dan perencanaan pada tahun 2023. Antara lain persiapan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII di Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, dan Kabupaten Jombang pada 9-16 September 2023 mendatang. Porprov ini akan mempertandingkan 52 cabang olahraga (cabor).
Pembahasan kedua adalah persiapan Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) 2023 dengan total 65 cabor. Jumlah cabor tersebut mengalami peningkatan dibandingkan awalnya yang hanya 48 cabor.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa berharap prestasi olahraga Jatim dapat terus meningkat tidak hanya di kancah nasional tapi juga internasional.
Dia mengaku sangat senang melihat hasil pembinaan yang dilakukan oleh KONI Jatim beserta seluruh pengurus cabang olahraga yang menghasilkan bibit-bibit atlet berprestasi. Hal itu terbukti dengan sumbangan 25 emas, 19 perak dan 17 perunggu dari total raihan medali Indonesia sebanyak 87 emas, 80 perak dan 109 perunggu pada gelaran SEA Games XXXII 2023 Kamboja.
Catatan tersebut sekaligus menempatkan Jatim sebagai penyumbang medali emas terbanyak bagi Indonesia. Sebab, Jawa Barat menyumbang 24 emas dan DKI Jakarta menyumbang 22 emas.
“Terima kasih. Saya sangat mengapresiasi. Kami bangga atas kinerja KONI Jatim bersama seluruh cabor yang memberikan dedikasi terbaiknya dan kontribusi paling tinggi di antara KONI provinsi lain pada saat SEA Games di Kamboja,” kata Khofifah.
Karena itu, dengan adanya Rakerprov kali ini ia berharap dapat dibahas dengan serius upaya mendesain peningkatan prestasi olahraga di Jatim. Sebab, masih banyak agenda olahraga nasional dan internasional yang harus dipersiapkan dengan baik.
“Event internasional berikutnya (Asian Games) jadi bagian penting bagi kita. Juga menjadi ikhtiar kita mengantar atlet Jatim menjadi diperhitungkan,” ucap gubernur perempuan pertama di Jatim itu.
Khofifah juga berharap Rakerprov KONI Jatim dapat merumuskan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dan format program serta memperkuat sinergi antar KONI dengan pemerintah daerah.
“Saya rasa Rakerprov ini timingnya sangat tepat persiapan Porprov. Tapi saya rasa desain besarnya adalah DBON (Desain Besar Olahraga Nasional),” ucap Khofifah.
DBON sendiri merupakan program pembangunan olahraga jangka panjang 2021-2045. Program tersebut mencakup pendidikan, olahraga masyarakat dan olahraga prestasi. Salah satu target dari DBON adalah Indonesia mampu meraih prestasi terbaik di Olimpiade 2044. “Sport sciencesnya ada di Unesa,” kata Khofifah.
Dia berharap Jatim dapat terus bisa memberikan bagian dari pemetaan DBON.
“Jadi, Desain Besar Olahraga Nasional ini akan menata bukan hanya atletnya, tapi juga cabor-cabor yang kuat itu regenerasinya bisa tersupport cabor- cabor yang masih belum kuat. Nah, itu penguatannya ada di sana (Unesa),” kata Khofifah.
“Tadi Pak Waketum 1 KONI menyampaikan, ada beberapa cabor yang harus diberikan penguatan, ada cabor-cabor yang kuat dan ini regenerasinya harus dijaga. Baik ini nanti persiapan Porprov, persiapan Pra PON, PON, lalu SEA Games, Asian Games Sementara Porprov menjadi salah satu jenjang yang digunakan untuk mencari bibit atlet muda berprestasi untuk kepentingan Jatim di PON 2024 dan seterusnya serta untuk kepentingan Indonesia di kancah internasional.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Jatim M.Nabil mengungkapkan, Jatim berhasil menorehkan sederet prestasi dalam bidang olahraga berkat dukungan fasilitas dari pemerintah provinsi setempat. Ikhtiar dan kerja keras tersebut mendapat ganjaran beruntun.
Misal baru-baru ini pada ajang SEA Games XXXI 2023 Kamboja. Kemenangan menjadi milik Indonesia dan terutama milik Jatim. Indonesia berhasil membawa pulang 87 medali, 80 perak, dan 109 perunggu.
Dari perolehan tersebut, Atlet Jatim berhasil menyumbangkan 25 medali emas, 19 perak dan 17 perunggu. Lebih tinggi dari Jabar (24 emas) maupun DKI Jakarta (22 emas). Jatim merupakan kontributor medali terbanyak. “Alhamdulillah kita yang terbanyak,” kata Nabil.
Seluruh atlet dan pelatih peraih medali itu kemudian mendapat apresiasi berupa lencana Jer Basuki Mawa Beya dan bonus berupa uang saat Hari Kebangkitan Nasional di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya kemarin.
Gubernur Khofifah memberikan hadiah khusus berupa bonus dengan nilai mencapai Rp6,5 miliar. Adapun peraih emas perorangan diberikan bonus sebesar Rp75 juta, emas ganda Rp70 juta, dan emas beregu Rp60 juta.
Khofifah tak hanya menggelontorkan bonus, penghargaan kepada para juara. Namun, bagi atlet yang belum berhasil juga mendapatkan tali asih sebagai rangsangan agar semangat mereka tetap terpacu.
“Saya harus berterima kasih kepada Ibu Gubernur yang paling cepat memberikan uang tali asih di seluruh Indonesia,” kata Nabil.
Hadiah setimpal itu sebanding dengan prestasi dan sumbangan medali dari para atlet yang tak main-main. Nabil juga berharap Pra PON dapat memberikan hasil terbaik melalui atlet terbaik menuju PON Sumut dan Aceh 2023 dengan doa besar agar Jatim mampu menggondol banyak medali.
“Gubernur Khofifah memberikan tali asih kepada atlet saat Harkitnas kemarin dan Insya Allah atlet akan diundang khusus pada Hari Kesaktian Pancasila besok,” kata Nabil.
Sedang Wakil I Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Suwarno pada kesempatan ini banyak memberikan dorongan pengembangan atlet. Karena Jatim merupakan tumpuan bagi prestasi Indonesia dalam bidang olahraga. Ia pun mengapresiasi inisiasi Gubernur Khofifah mengubah masa gelaran Porprov Jatim dari empat tahun menjadi dua tahun.
Dia juga mengapresiasi dan ikut bangga atas prestasi KONI Jatim. Termasuk kepada Rektor Unesa yang telah membuat terobosan dan terbukti atlet Unesa berhasil membawa pulang 16 medali emas bagi Indonesia di SEA Games Kamboja. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi