Senin, 20 April 2026, pukul : 18:04 WIB
Surabaya
--°C

Atlet Jatim Berprestasi di SEA Games Kamboja Terima Penghargaan dan Bonus

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan penghargaan Jer Basuki Mawa Beya pada atlet dan pelatih asal Jatim yang telah berprestasi di ajang SEA Games 2023 Kamboja. Penghargaan tersebut diserahkan pada upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-115 di halaman Gedung Negara Grahadi, Senin (22/5).

Penghargaan itu diberikan berdasarkan surat keputusan Gubernur Jawa Timur No. 188/228/KPTS/013/2023  tentang Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya. Apresiasi itu diwujudkan dengan pemberian piagam penghargaan Jer Basuki Mawa Beya kepada 86 atlet dan pelatih asal Jatim yang telah berprestasi.

“Secara khusus saya sampaikan terima kasih kepada seluruh atlet dan pelatih yang telah berhasil menyumbangkan medali emas pada SEA Games 2023 di Kamboja,” katanya.

Dari 86 atlet dan pelatih penerima penghargaan Jer Basuki Mawa Beya tersebut, 40 atlet dari 25 cabor    menyumbangkan medali emas, 14 atlet menyumbangkan medali perak, dan 11 atlet menyumbang medali perunggu.

Sedangkan 15 pelatih berkontribusi terhadap perolehan medali emas, 2 pelatih berkontribusi pada perolehan medali perak, dan 4 pelatih berkontribusi pada perolehan medali perunggu.

“Dari informasi yang sampai ke saya, dari 87 medali yang diperoleh Indonesia pada SEA Games 2023, 25 medali disumbangkan oleh atlet Jawa Timur. Artinya Jawa Timur telah menyumbang 30% medali untuk Indonesia,” katanya.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga memberikan bonus kepada para atlet dan pelatih berprestasi tersebut yang secara simbolis diberikan kepada Janis Rosalita Suprianto peraih 3 medali emas dan 3 medali perak untuk cabang olahraga selam berupa uang sebesar Rp 360 juta, Lulut Gilang Saputra peraih 1 medali emas cabang olahraga gulat uang senilai Rp 75 juta.

Gubernur Khofifah juga memberikan  bonus kepada M. Ashyifa atlet voli pantai yang berhasil mendapatkan 1 medali emas uang sebesar Rp 70 Juta, Andrea Guntara AVS peraih medali emas untuk cabang olahraga voli pantai uang sebesar Rp 60 juta, serta uang senilai Rp 75 juta diberikan kepada pelatih selam M. Riyad.

Sebagai upaya mempertahankan bara api semangat kebangkitan nasional, Gubernur Khofifah mengajak seluruh komponen bangsa baik yang di Jawa Timur maupun yang ada di seluruh Indonesia untuk merapatkan barisan perjuangan kita dengan menunjukkan kerja keras, kerja cerdas, juga kerja bersama demi kemandirian dan kemajuan bangsa yang berkelanjutan.

“Kita juga ingin agar bara api semangat kebangkitan yang kita jaga saat ini dapat menjadi lentera penerang harapan sekaligus penunjuk jalan bagi perjuangan generasi penerus bangsa kelak,” ujarnya.

Di akhir, ia berharap momentum Hari Kebangkitan Nasional kali ini bisa menjadi momen bagi seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama bangkit mewujudkan bangsa yang mandiri, maju, dan berkelanjutan.

Sesuai dengan tema peringatan Harkitnas tahun ini yaitu Semangat Untuk Bangkit, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya laku adab mulia dengan etika yang tinggi dalam mengarungi era digitalisasi saat ini.

Pasalnya, di tengah menghadapi great transformation (transformasi besar) menuju era digital dibutuhkan tidak hanya kecerdasan dan wawasan sosial yang tinggi, tapi juga yang terpenting adalah laku adab yang mulia.

“Saat ini pun kita disadarkan kembali bahwa langkah maju yang membutuhkan kecerdasan, inovasi, dan kreativitas harus bersanding dengan laku adab dan etika yang mulia,” kata Khofifah dalam amanatnya.

Ia menyampaikan bahwa di era saat ini, di mana ruang jarak dan waktu semakin pendek, dan ruang-ruang perjumpaan tidak hanya berlangsung secara fisik tapi juga secara virtual, banyak muncul persoalan sosial seperti penyebaran berita bohong atau hoax, maraknya ujaran kebencian (hate speech), persengketaan dan saling memaki dalam lalu lintas perbincangan di dunia maya.

Oleh sebab itu, Khofifah mengatakan, penanaman budaya literasi digital menjadi penting. Namun demikian, ia menyebut kemuliaan adab yang dicontohkan para pendiri bangsa melalui Boedie Oetomo adalah kunci dari kebangkitan bangsa.

“Untuk mengubah jalannya arus sejarah, dan menata kembali jalannya permainan sebagai game changer, para pendiri bangsa tidak hanya berbekal ketinggian pemikiran intelektual tapi kemuliaan adab,” sebutnya.

Mengutip perkataan pendiri organisasi Boedie Oetomo yaitu ‘Generasi yang mau berjuang untuk kemandirian bangsanya adalah generasi yang mencintai generasi penerusnya dan mencintai tanah airnya’, Gubernur perempuan pertama di Jatim ini mewujudkan hal tersebut salah satunya dengan memberikan penghargaan kepada seluruh atlet dan pelatih tim nasional Indonesia asal Jawa Timur yang telah berprestasi pada SEA Games 2023 di Kamboja baru-baru ini.

“Selamat memaknai dan memperingati hari kebangkitan nasional ke-115 bagi kita semua. Berjuang, belajar, bertumbuh, dan terus melangkah maju dengan semangat untuk bangkit!,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu atlet cabor selam penerima Jer Besuki Mawa Beya Emas, Janis Rosalita Suprianto mengaku bahagia atas penghargaan yang diterima. Selain itu, pertemuannya dengan Gubernur Khofifah juga berkesan.

“Pendapat untuk Bu Khofifah selama tadi bertemu, beliau orangnya baik, welcome juga. Pertama saya tidak tahu tentang penghargaan ini, tapi setelah paham, saya senang bisa dapat Jer Besuki Mawa Beya,” pungkasnya.

Selain itu, Janis juga mengucapkan terima kasih atas dukungan orang tua, suami, dan pelatih. Ke depannya, ia berharap cabor selam Indonesia akan lebih mendunia.

“Harapannya untuk cabor selam ke depannya supaya banyak atlet-atlet junior yang juga berkembang. Jadi kita juga bisa bersaing ke negara-negara lain di kancah internasional,” kata Janis. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.