Soal Larangan Buka Bersama untuk Pejabat, Ini Tanggapan Gubernur Khofifah!

waktu baca 2 menit
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa merespons terkait arahan Presiden Joko Widodo  yang melarang pejabat dan pegawai pemerintah mengadakan buka puasa bersama.
Dia menyebut akan menjadikan arahan tersebut sebagai acuan. Untuk itu, ia meminta semua pihak menjaga bersama situasi penyebaran Covid-19 yang sudah melandai dan saat ini sedang masa transisi dari pandemi ke endemi.

“Ya pokoknya kita memedomani itu (arahan Jokowi),” kata Khofifah ketika ditemui usai salat Magrib berjamaah di Gedung Negara Grahadi, Kamis (23/3).

Khofifah mengatakan, selama bulan Ramadan ini banyak agenda Pemprov Jatim yang dilakukan pada sore hari. Ketika acara meeting atau rapat koordinasi yang digelar sore otomatis akan berakhir saat Magrib.

“Jadi apa yang bisa kita lakukan ya kita lakukan dengan format. Kayak gini kan kita sudah biasa melakukan pertemuan-pertemuan. Besok juga ada dengan Shofee, kebetulan festival. Mereka sudah memutuskan waktunya sore. Lha nek sore, sing poso yo terus buko to rek (kalau sore, yang puasa kan dilanjut berbuka),” katanya.

Selanjutnya, Sabtu (24/3) juga ada pertemuan dengan Muhammadiyah. “Kalau pertemuan sore kan pasti selesai Magrib dan diakhiri buka, baik itu buka puasa sendiri-sendiri atau tidak sendiri (bersama),” terang Khofifah.

Karena itu, mantan Mensos RI ini meminta dalam setiap acara Pemprov Jatim, pejabat internal Pemprov Jatim yang merasa sedang tidak enak badan seperti flu dan batuk-batuk, sebaiknya tidak perlu memaksakan diri untuk hadir.

“Kita menjaga kekhawatiran ini, sesuai isi suratnya, saat ini kan masa transisi dari pandemi ke endemi. Wes poko’egak desek-desekan (asalkan tidak berdesak-desakan), tidak ada kerumunan, tidak menimbulkan sesuatu yang membahayakan,” tegasnya.

“Kalau ada yang merasa flu, batuk-batuk, lebih baik izin dulu. Kita melakukan proses, dan mengonfirmasi apa yang sebaiknya dilakukan tanpa mengurangi produktivitas yang kita lakukan di bulan Ramadan,” pungkas gubernur perempuan pertama di Jatim itu.

Seperti ramai diberitakan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah melarang para pejabat hingga ASN untuk berbuka puasa bersama. Pasalnya, saat ini masih dalam masa transisi pandemi Covid-19 menuju endemi.

Larangan itu tertuang dalam surat Sekretaris Kabinet Republik Indonesia Nomor 38/Seskab/DKK/03/2023 perihal arahan terkait penyelenggaraan buka puasa bersama. Surat itu diteken Sekretaris Kabinet Pramono Anung pada Selasa, 21 Maret 2023.

“Penanganan Covid-19 saat ini dalam transisi dari pandemi menuju endemi sehingga masih diperlukan kehati-hatian,” begitu bunyi kutipan surat tersebut, Kamis (23/3).

“Sehubungan dengan hal tersebut, pelaksanaan kegiatan Buka Puasa Bersama pada bulan suci Ramadan 1444 H agar ditiadakan,” pinta Jokowi dalam arahannya seperti tertulis dalam surat tersebut. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *