Selasa, 21 April 2026, pukul : 22:03 WIB
Surabaya
--°C

Bhayangkara Presisi Harap-harap Cemas. Jadi Penonton atau Ditonton Saat Grand Final Proliga 2023

SOLO-KEMPALAN : Jakarta Bhayangkara Presisi harap-harap cemas menunggu kepastian menuju grand final. Pasalnya nasib tim milik Polri ini ditentukan oleh tim lain alias meminta kemurahan hati kompetitornya di Proliga. Jika Jakarta LavAni Allo Bank bermain serius saat menghadapi Jakarta STIN BIN Minggu (12/3/2023) Rendy Febrian Tamamilang ada harapan untuk maju ke grand final PLN Mobile Proliga 2023, pada 18-19 Maret 2023 mendatang, di Yogyakarta. Tapi kalau mereka bermain santai sudah barang tentu Bhayangkara Presisi hanya akan jadi penonton di grand final. Karena tiket grand final akan menjadi milik Jakarta STIN BIN.

Tim asuhan Reidel Alfonzo Gonzales Toiran itu membuka peluang ke grand final usai mengatasi Surabaya BIN Samator dengan skor 3-1 (25-17, 25-15, 20-25, 25-20), di GOR Sritex Arena Solo, Sabtu (11/3/2023).

Dengan raihan tiga poin karena berkat kemenangan 3-1, Bhayangkara Presisi berada di posisi kedua di bawah LavAni dengan jumlah kemenangan tiga dari enam laga.

Jumlah kemenangan dari Bhayangkara itu sama dengan Jakarta STIN BIN yakni tiga. Akan tetapi, Bhayangkara memiliki poin 12, sedangkan STIN BIN delapan.

Setter Bhayangkara Presisi Nizar Zulfikar memberikan umpan kepada rekannya saat menghadapi Surabaya BIN Samator

Jika dalam laga LavAni versus STIN BIN itu dimenangkan LavAni, maka Bhayangkara yang berhak tampil di grand final. Namun sebaliknya, jika STIN BIN yang menang maka tim pendatang baru itu yang berhak melawan LavAni di grand final.

“Kita masih menunggu hasil pertandingan LavAni melawan STIN BIN. Kita berharap LavAni yang menang, supaya kita yang tampil di grand final,” kata asisten pelatih Bhayangkara Presisi, Ayib Rizal usai laga.

Menurut Ayib, permainan timnya pada laga melawan Samator cukup.bagus. “Anak-anak berjuang luar biasa untuk memenangkan pertandingan ini,” tambahnya.

Hal senada juga dikatakan salah seorang pemainnya, Hernanda Zulfi. Dikatakannya, permainan timnya lebih bagus saat melawan LavAni sehari sebelumnya. “Memang sayang set ketiga kita kurang fokus, sehingga kalah,” ujar Hernanda.

Sementara itu, pelatih Samator, Ryan Masajedi mengakui timnya bermain cukup baik. “Hanya saja Bhayangkara butuh kemenangan. Kalau tidak mereka bisa tidak tampil di final,” ujar Ryan.

Di sisi lain, pemain Samator, Agil Angga juga mengakui kalau timnya bermain bagus. “Main bagus tapi kita kalah,” katanya usai laga. (Ambari Taufiq)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.