Jumat, 17 April 2026, pukul : 23:03 WIB
Surabaya
--°C

Buka Bursa Pariwisata di Pakuwon Mall, Khofifah: Jatim Punya 1.516 Titik Destinasi

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka Bursa Pariwisata Jawa Timur 2023, Jumat (3/3) malam. Bursa Pariwisata yang berlangsung di Grand Atrium Pakuwon Mall mulai tanggal 3-5 Maret ini juga diikuti Provinsi Osaka Jepang.

Bahkan, Konjen Jepang untuk Surabaya Takeyama Kenichi hadir langsung dalam pembukaan Bursa Pariwisata Jawa Timur 2023. Dan rencananya Pemprov Osaka Jepang akan menggelar kegiatan Osaka Expo pada 2025. Pemprov Jawa Timur akan berupaya untuk ikut serta memasarkan sektor pariwista dalam kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Konjen Jepang Bapak Takeyama Kenici. Beliau telah memberikan support yang luar biasa di berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemprov Jawa Timur,” kata Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya.

Gubernur Khofifah juga menyampaikan bahwa Pemprov Jawa Timur akan mengikuti Osaka Expo yang akan digelar pada tahun 2025. “Sampaikan salam hormat kami kepada Kepala Bidang Luar Negeri Indonesia yang ada di sana (Osaka),” ujar Khofifah.

Khofifah juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Dwi Marhen Yono, S.STP, M.Si. “Mohon sering-sering ke Jawa Timur, beri support Jawa Timur, beri penguatan Jawa Timur, termasuk market akses bagaimana Jawa Timur diperluas akses pasarnya ke berbagai daerah dan ke berbagai belahan dunia,” pintanya.

Pada kesempatan tersebut Khofifah  sempat menyindir Kadisbudpar Prov. Jawa Timur Hudiyono yang pada malam itu dinilai tampil beda saat memberi sambutan. Bahkan, ia menyebut Hudiyono dengan sebutan New Hudiyono. “Baru kali ini saya lihat sambutannya agak setengah ketroprak setengah dalang, tapi baru. Nanti harus belajar banyak ke Pak Sinarto,” kata mantan Mensos RI ini sambil tertawa.

Selanjutnya, Khofifah memaparkan bahwa kekuatan Jawa Timur ada 1.516 titik destinasi wisata, baik alam maupun buatan, serta 596 Desa Wisata.

Secara serius, lanjut Khofifah, sebetulnya Pemprov Jatim menggarap, mencoba, dan menyiapkan pendampingan untuk pengembangan Desa Wisata.

Selain ada Pokdarwis yang luar biasa, Pemprov punya program Dewi Cemara (Desa Wisata Rakyatnya Cerdas, Mandiri, dan Sejahtera).
Bahkan, Pemprov Jatim sudah tiga kali melakukan Festival Desa Wisata.

“Rata-rata yang berkembang maju ketika kepala desanya hatinya di desa. Kalau misalnya sekarang kita melihat Pujon Kidul, saya rasa luar biasa kemajuannya. Pujon Kidul ini saya termasuk inisiatornya ketika masih menjadi Mensos. Ketika itu pihaknya menyiapkan 100 titik se Indonesia dan
mendapatkan support dari BNI,” ungkapnya.

Waktu itu, tanaman-tanaman sayur dan parkiran, tapi kepala desanya luar biasa. Bahkan, hari ini telah mempekerjakan lebih dari 1600 karyawan. Tiap dua minggu sekali ke sana selalu ada spot-spot baru, sehingga orang selalu mencari dan tidak bosan.

Pola-pola seperti ini,  yang kita kemudian menyebut menghadapi berbagai percepatan dinamika perubahan global nasional maupun lokal. Maka, ketika orang bertanya bagaimana caranya, Jawa Timur ingin menjawab “IKI’ jawabane. I-nya adalah harus ada Inisiatif. K-nya Kolaborasi, dan I berikutnya adalah Inovasi. 

“Jadi, menghadapi tantangan, perubahan, dan berbagai ketidakpastian dunia global nasional maupun lokal, bagaimana cara menjawabnya adalah IKI jawabane,” tegas Khofifah.

Menurut Khofifah, itu yang diharapkan bisa membangun partnership di antara Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.

“Dan nanti Pak Marhen bisa mengajak lebih luas lagi, bagaimana kita saling bertukar, ada skill, ada akses, dan ada penguatan SDM di masing-masing daerah. Karena kebetulan Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara adalah Bapak Dwi Marhen Yono,” harap Khofifah.

Sementara itu Kadisbudpar Provinsi Jawa Timur Hudiyono melaporkan bahwa Bursa Pariwisata Jawa Rimur 2023 ini untuk misi penjualan bisnis to bisnis. Misi penjualan diikuti 89 peserta seller dari Jawa Timur dan 20 buyer biro perjalanan wisata dari Provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Yogyakarta.

Sedang untuk Bursa Pariwisata Bisnis to Customer, kalau yang tadi grosir, yang ini eceran. Misi penjualan ini langsung kepada pengunjung dan masyarakat sekaligus buyer dari unsur pemerintah OPD Pemprov Jatim, corporate, serta BUMD, dan komunitas pariwisata Jawa Timur serta pengunjung mall.

Kemudian yang ketiga presentasi produk wisata, di mana para  seller memberikan informasi lebih dalam tentang produk dan paket pariwisata Jawa Timur kepada pengunjung.

Hudiyono juga menjelaskan bahwa Bursa Pariwisata Jawa Timur 2023 mendapat partisipasi, dukungan  dan kerjasama dari para stakeholder pariwisata, antara lain Kemenparekraf, industri pariwisata Jawa Timur  corporate, instansi terkait pariwisata, serta berbagai pihak.

Bursa Pariwisata Jawa Timur, menurut Hudiyono, merupakan wujud konsistensi Pemprov Jatim untuk menempatkan Jawa Timur sebagai destinasi wisata unggulan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Bursa pariwisata diselenggarakan guna mempercepat pemulihan sektor pariwisata serta membangun branding, trust, dan confident dining dari para travel untuk berwisata di Jawa Timur,” jelasnya.

Selain itu, bursa pariwisata diselenggarakan sebagai media promosi yang bertujuan untuk menciptakan peluang bisnis pariwisata, serta penjualan produk dan paket wisata Jawa Timur. “Bursa pariwisata juga diharapkan dapat meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara, sehingga dapat menggerakkan perekonomian masyarakat di Jawa Timur,” ucapnya.

Hudiyono mengungkapkan, data tahun 2022, pergerakan wisatawan nusantara ke Jawa Timur tercatat sebanyak 70 juta, naik sebesar 124 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021 sebesar 31 juta.

Kunjungan wisatawan mancanegara melalui bandara juga mengalami peningkatan. Tahun 2022 tercatat sebanyak 68 ribu, meningkat 98 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebanyak 669 orang.

Berdasarkan data BPS, kontribusi PDRP ADHP menurut lapangan usaha, tahun 2022 untuk sektor akomodasi, makanan dan minuman sebesar Rp 154 miliar atau naik 13 persen dibanding tahun 2021 sebesar Rp 136 miliar.

Sementara untuk sektor transportasi dan pergudangan Rp 96 miliar pada tahun 2022, naik 36 persen dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp 71 miliar.

Kemudian untuk sektor jasa, hiburan dan kebudayaan sebesar Rp 35 miliar, naik 17 persen dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp 30 miliar.

“Peluang lainnya, Jawa Timur mempunyai 358 event wisata tingkat provinsi, dan delapan di antaranya masuk dalam KEN (Kharisma Event Nusantara),” pungkasnya.

Sedang Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dwi Marhen Yono mengingatkan kembali saran Presiden Joko Widodo pada 29 September 2022 di JCC. Saat itu, kepada seluruh menteri, seluruh gubernur, dan seluruh bupati/wali kota, Presiden Jokowi menyebut bahwa pada tahun 2023 ini resesi global menghantui.

“Negara sebesar Inggris, sekarang ekonominya sedang kolap juga. Sehingga,.menurut Bapak Presiden tahun ini gerakan nasionalnya selain bangga buatan Indonesia juga bangga berwisata di Indonesia,” tandas Marhen. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.