Senin, 15 Juni 2026, pukul : 06:34 WIB
Surabaya
--°C

Ancam Mafia Bola, Erick Thohir: Hukumannya Seumur Hidup

JAKARTA-KEMPALAN: Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menegaskan bahwa dirinya akan menindak tegas mafia bola di Indonesia dengan memberikan ancaman hukuman seumur hidup untuk pelaku.

Pernyataan tersebut diucapkan Erick pada sesi jumpa pers yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu menegaskan bahwa PSSI sudah harus mulai secara serius memberantas mafia bola yang telah menjadi benalu di persepakbolaan Indonesia.

“Sudah waktunya PSSI memberikan kartu merah kepada pelaku mafia bola. Hal ini sudah berlarut dan menjadi benalu yang membuat semuanya menjadi malu.” kata Erick Thohir.

“Tidak hanya terjadi di liga, tapi pernah terjadi di laga timnas kita. itu notabene membawa nama baik negara,” tambah pria berusia 52 tahun itu.

BACA JUGA  FIKK Unesa Gandeng Shanghai University, Akselerasi Sport Science Kelas Dunia

Oleh karena itu, Erick menegaskan bahwa PSSI akan memberi hukuman berat kepada pelaku yang terbukti terlibat pengaturan skor. Hukuman tersebut adalah dilarang terlibat seumur hidup di sepakbola Indonesia.

Tak hanya dilarang di Indonesia, para pelaku dipastikan juga tak bisa beraktivitas di sepak bola dunia. Ini ditegaskan Erick karena sudah mendapat persetujuan FIFA.

“Hukuman [mafia bola] seperti apa? Kalau kami di PSSI lebih ke sepakbolanya. Itu menyangkut pemain, wasit pengurus klub pelatih, semua yang jelas melakukan pengaturan skor dalam permainan Itu dihukum seumur hidup. Ini tindakan yang sepatutnya sudah seharusnya diambil selama ini.” kata Erick.

“Saya yakin ini jadi perubahan besar bagi sepak bola Indonesia. Karena tentu sudah kita sepakati di rapat Exco bahwa ini bagian dari membangun sepak bola Indonesia bersih dan berprestasi.” tambahnya.

BACA JUGA  Timnas Voli Putri Indonesia Gagal ke Semifinal Meski Hancurkan Lebanon 3-0

Erick Juga menyebut bahwa hukuman tersebut sebenarnya sudah lama diatur dalam kode etik FIFA, hanya tinggal apakah PSSI punya nyali untuk menjalankannya atau tidak.

“Saya rasa tidak perlu dimasukkan statuta karena sudah ada aturannya di FIFA, tinggal bagaimana kita punya nyali untuk mengimplementasikan saja.” tutup Ketua Umum PSSI itu.

(*) Edwin Fatahuddin

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.