Jumat, 17 April 2026, pukul : 16:58 WIB
Surabaya
--°C

Kalah Lagi, Gresik Petrokimia Terancam Jadi Penonton di Final Four

GRESIK-KEMPALAN : Tuan rumah Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia babak belur di seri pertama putaran kedua PLN Mobile Proliga 2023. Srikandi-srikandi Gresik Petrokimia ini di bantai lawan-lawannya di hadapan direksi dan penggemar berat meraka. Pada laga sebelumnya Sabtu (04/02) Hanny Budiarti cs menyerah di tangan mojang priangan Bandung bjb Tandamata dengan skor 3-1. Kemudian di laga kedua pada Minggu 05/02/2023 giliran Yolla Yuliana cs yang menghabisi tim milik BUMN tersebut.

Tim putri Jakarta Pertamina Fastron tidak hanya membungkam seribuan suporter tuan rumah, tapi juga di hadapan para Direksi perusahaan pabrik penghasil pupuk tersebut. Yolla cs memaksa Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia menyerah dengan skor 3-2 (25-23, 18-25, 23-25, 25-18, 15-12) di GOR Tridharma komplek Petrokimia Gresik.

Dengan hasil tersebut srikandi-srikandi Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia terancam hanya jadi penonton alias tidak lolos ke final four kala final four itu di gelar di GOR Tridharma komplek PT Petrokimia Gresik pada tanggal 23-26 Februari 2023.

Sejatinya tim kebanggaan masyarakat Gresik yang mendapat dukungan suporternya tampil lebih percaya diri dan solid dibanding saat mereka dibantai juara bertahan Bandung Bank bjb Tandamata pada laga sehari sebelumnya.

Setelah kalah pada set pembuka, Hany Budiarti dan kawan-kawan bangkit membalikkan ketertinggalan dengan merebut set kedua dan ketiga. Namun, penampilan mereka menurun pada set keempat sehingga Jakarta Fastron bisa menyamakan skor.

Laga set kelima berlangsung sengit dan kedua tim saling bergantian menyerang hingga posisi 5-5. Laga menjadi “panas” ketika kubu Jakarta Fastron melancarkan protes kepada wasit atas keputusan bola keluar yang mereka anggap keliru dan memberi poin kepada tuan rumah.

Protes itu ditanggapi wasit dan setelah berkonsultasi dengan hakim garis, wasit menganulir keputusannya dan selanjutnya memberi poin kepada Jakarta Fastron.

Giliran Gresik Petrokimia kembali memprotes keputusan itu, namun wasit bergeming. Situasi ini memengaruhi konsentrasi para pemain tuan rumah karena selanjutnya Hany Budiarti dan kawan-kawan tertinggal 6-8 dan gagal mengejar hingga kalah 12-15.

“Bagaimana wasit bisa mengambil keputusan seperti itu, padahal dia yang paling dekat melihat bola itu menyentuh tangan pemain Fastron atau tidak. Ini kok malah konsultasi sama hakim garis yang posisinya jauh dan tidak melihat,” kata Pelatih Gresik Petrokimia, Ayub Hidayat mengomentari kepemimpinan wasit.

Menurut Ayub, keputusan wasit itu tidak saja merugikan timnya, tetapi juga memengaruhi mental dan konsentrasi para pemainnya. “Laga sedang ketat-ketatnya, diganggu oleh keputusan wasit,” tambahnya.

Kendati demikian, Ayub mengakui timnya gagal memenuhi target meraih kemenangan pada dua laga di kandang sendiri. “Kami tetap optimistis bisa masuk empat besar, masih ada sisa tiga laga,” tegas Ayub.

Bagi Petrokimia, hasil ini merupakan kekalahan kedua di kandang. Sebelumnya Petrokimia juga dipermalukan juara bertahan Bank bjb 1-3. Sehingga dua laga di kandang sendiri, Petrokimia gagal total.

Setter Jakarta Pertamina Fastro Komang Bumi Rekta hendak memberikan umpan kepada temannya mencoba di hadang pemain Petrokimia

Sementara itu bagi Jakarta Pertamina Fastron Kemenangan ini memantapkan posisi juara putaran pertama di puncak klasemen sementara dengan raihan poin 18, hasil dari enam kali menang dan sekali kalah. Sementara Petrokimia di peringkat empat dengan poin 8, dari tiga kemenangan dan empat kekalahan.

Selain memastikan lolos empat besar, Jakarta Fastron juga sukses membalas kekalahan dari Gresik Petrokimia yang mengalahkan mereka pada putaran pertama di Bandung.

“Hari ini mainnya Petro lebih baik dibanding pertemuan di Bandung. Mereka jarang membuat kesalahan sehingga membuat anak-anak malah terbebani,” kata Pelatih Jakarta Pertamina Fastron, Eko Waluyo usai pertandingan. (Ambari Taufiq)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.