Selasa, 2 Juni 2026, pukul : 10:12 WIB
Surabaya
--°C

Menyelamatkan Indonesia Melawan Politik Ular Kobra

KEMPALAN: Demokrasi adalah sebuah kontestasi politik untuk mendapatkan calon pemimpin yang berintegritas. Namun sayangnya ditengah upaya membangun budaya keadaban itu, ada upaya upaya premanisme politik dengan menggunakan cara melemparkan Ular Kobra ke lawan politiknya.

Cara ini mengesankan bahwa masih ada ketakberadaban dalam berpolitik dan cenderung menghalalkan cara.

Salah satu contoh katakberadaban dalam berpolitik adalah kasus yang terjadi di Banten, dimana sekelompok preman politik menggunakan cara – cara keji menghabisi lawan politiknya dengan cara melempar ular kobra ke kediaman mantan gubernur Banten Wahidin Halim.

Peristiwa ini terjadi saat Wahidin Halim menggelar pertemuan akbar bersama dengan Anies Baswedan dalam acara yang bertajuk “Anies Mendengar Warga Tangerang”.

“Iya itu di lempar di belakang (halaman rumah), tapi kan ada pengamanan (petugas keamanan) saya, ada sekitar 20 ular jenis kobra hitam,” ujar Wahidin Halim di kediamannya, Rabu (25/1/2023).

Politik melempar ular kobra ke lawan politik tentu bisa ditebak berasal dari mereka yang menganggap Anies adalah orang yang membahayakan. Kepentingan mereka akan terganggu atau bahkan hilang. Tentu saja mereka ini bisa ditebak berasal dari mana, suruhan siapa dan pendukung dari calon presiden yang mana.

BACA JUGA  Cara Elegan DPC PDI Perjuangan Gresik Antar Keberkahan Iduladha ke Pintu Rumah Warga

Politik kotor dengan cara melempar ular kobra kekediaman Wahidin Halim ini sangat merugikan calon presiden selain Anies dan akan memberikan pesan bahwa Anies adalah calon presiden yang membawa perubahan menuju Indonesia yang berkeadilan sosial.

Anggapan ini tentu sangat beralasan, karena selama ini banyak orang merasakan keadilan hanyalah milik kelompok dan golongan tertentu.

Lalu akankah surut dukungan terhadap Anies dengan adanya teror semacam ini? Tentu tidak, karena ini justru akan menjadi penguat keyakinan bahwa Anies adalah pemimpin yang benar.

Ungkapan Wahidin Halim yang mengatakan bahwa peristiwa pelemparan sekarung ular kobra ke kediamannya justru akan menambah keyakinannya untuk berjihad memperjuangkan Anies, setidaknya akan mewakili jutaan manusia Indonesia yang rindu perubahan. Mereka tahu bahwa Anieslah simbol perubahan itu.

BACA JUGA  Sidoarjo Berburu Talenta E-Sports: Cetak Generasi Emas Menuju Panggung Regional dan Nasional

Tantangan Anies kedepan tentu akan semakin besar dan kotor. Bagi Anies ini adalah sesuatu yang sudah biasa dia hadapi. Pendukung Anies dan relawan Anies diharapkan juga selalu menguatkan soliditasnya mengenalkan Anies ke masyarakat.

Hal ini penting karena pengenalan Anies ke masyarakat akan semakin meningkatkan keyakinan bahwa Anies adalah calon presiden yang dinantikan.

Dukungan Partai Demokrat setelah Partai Nasdem dan juga akan disusul oleh PKS adalah energi besar perubahan Indonesia. Apalagi bila sekber koalisi perubahan terbentuk.

Soliditas relawan dan Partai pengusung Anies akan semakin meningkatkan tekanan arus perubahan dan tentu itu juga akan meningkatkan tekanan terhadap Anies Baswedan oleh pihak lain yang merasa terganggu.

Menghadapi itu semua tidak ada pilihan kecuali meyakini bahwa perjuangan mengantarkan Anies menjadi presiden 2024 adalah sebuah perjuangan suci menyelamatkan Indonesia dari kembalinya penjajahan.

Mendukung dan memperjuangkan Anies menjadi presiden adalah perjuangan memerdekakan kembali. (*)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.