Rabu, 13 Mei 2026, pukul : 21:43 WIB
Surabaya
--°C

Persija Minta Laga Lawan Persita Ditunda, Ini Alasannya

JAKARTA-KEMPALAN: Persija Jakarta berharap laga melawan Persita Tangerang ditunda sebab Macan Kemayoran akan kehilangan 12 pemain pada laga tersebut.

Permintaan penundaan laga itu disampaikan langsung oleh Wakil Presiden Persija Ganesha Putra. Ganesha berharap PT LIB selaku operator kompetisi Liga 1 bisa menjadwalkan ulang laga Persija vs Persita.

Permintaan tersebut disebabkan karena ada enam pemain Persija yang dipanggil ke Timnas Indonesia untuk uji coba Vs Burundi pada 25 dan 28 Maret 2023.

Enam pemain itu adalah Riko Simanjuntak, Hansamu Yama, Syahrian Abimanyu, Witan Sulaeman, Muhammad Ferarri, dan Dony Tri Pamungkas.

Tak hanya tim senior, ada juga enam pemain lainnya yang dipanggil untuk mengikuti TC Timnas U-20, yakni Cahya Supriadi, Frengky Missa, Alfriyanto Nico, Achmad Maulana Syarif, Resa Aditya, dan Ginanjar Wahyu.

Artinya Persija Jakarta akan kehilangan 12 pemain saat menjalani laga tunda pekan ke-23 Liga 1 melawan Persita yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (28/3).

Oleh karena itu, Wakil Presiden Persija Ganesha Putra meminta laga melawan Persita untuk ditunda. Apalagi laga tersebut dijadwalkan pada window FIFA Matchday yang seharusnya tidak ada kompetisi Liga.

“Dari periode 20-29 Maret di mana Persija punya satu pertandingan melawan Persita (Tanggal 28 Maret), kami akan bermain tanpa 12 pemain. Sekali lagi saya garis bawahi 12 pemain.” kata Ganesha Putra.

“Artinya dari 29 Maret sampai kompetisi selesai Persija akan bermain tanpa banyak pemain. Jadi ada problem yang muncul.” tambah Wakil Presiden Persija itu.

“Apa yang saya sampaikan disini kelihatannya problem-nya Persija. Tapi no, ini problem-nya sepakbola Indonesia. Karena sebenarnya klub mengalami permasalahan yang sama. Saya tahu ada klub-klub yang mungkin punya pertandingan di window FIFA Matchday antara 20-29 Maret 2023.” imbuhnya.

“Saya bicara solusi jangka pendek lebih dulu. Menurut kami best way dan yang paling bijak adalah bagaimana pemegang kebijakan bisa melakukan reschedule terhadap pertandingan yang dimainkan di window FIFA Matchday. Karena normalnya ketika window FIFA tak ada pertandingan.” tutup Ganesha.

(*) Edwin Fatahuddin.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.