Lagi, Pemkot Surabaya Raih Penghargaan Kota Terinovatif dari Mendagri

waktu baca 2 menit
Wali Kota Eri Cahyadi saat menerima penghargaan Kota Terinovatif Tahun 2022 dari Mendagri Tito.Kurniawan, Jumat (23/12).

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya dua kali berturut-turut meraih penghargaan Kota Terinovatif dalam Penganugerahan Innovative Government Award (IGA) di Tahun 2022. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Jakarta, Jumat (23/12).

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, penghargaan yang diraih pemkot kali ini berkaitan dengan inovasi perekonomian dan kesehatan di Surabaya. Di antaranya adalah inovasi dari aplikasi e-Peken dan program Jagoan Cegah Stunting (Jago Centing).

“Jika yang tahun 2021 lalu itu soal Adminduk, yang tahun ini soal pemulihan ekonomi melalui e-Peken dan Jago Centing untuk mengentaskan stunting. Semoga ini menjadi pelecut bagi kami di pemkot untuk terus terus berinovasi,” kata Wali Kota Eri.

Wali Kota Eri menyampaikan, penghargaan ini dipersembahkan kepada seluruh warga Surabaya sebagai bentuk terima kasih, karena telah membantu pemkot dalam mengatasi perekonomian hingga stunting. Menurutnya, inovasi itu jangan sampai berhenti sampai di sini, akan tetapi harus terus ditingkatkan demi kesejahteraan warga Kota Pahlawan.

Wali kota yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu berharap kepada jajarannya di pemkot untuk tidak hanya membuat inovasi saja, akan tetapi juga harus bisa memberikan solusi agar permasalahan yang dialami oleh masyarakat bisa cepat terselesaikan. “Misal, melalui aplikasi Wargaku, di dalam itu kan ada banyak permasalahan masyarakat. Dari setiap permasalahan itu, kita harus membuat inovasi-inovasinya, sehingga bisa terselesaikan dengan cepat,” ujar Cak Eri.

Diketahui, inovasi yang dimiliki oleh Pemkot Surabaya itu dinilai berhasil oleh Kemendagri RI dalam menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari 2021 – 2022. Yang semula di tahun 2021 sebesar 9,68 persen, di tahun 2022 menurun jadi 7,62 persen. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat dibandingkan tahun 2021. Pada tahun 2021, IPM di Kota Surabaya sebesar 82,31 persen, di tahun 2022 naik menjadi 82,74 persen.

Sementara itu, Pertumbuhan Ekonomi juga turut mengalami peningkatan, yang semula di tahun 2021 mencapai pertumbuhan sebesar 4,29 persen, di tahun 2022 meningkat sebesar 7,17 persen. “Inovasi harus kita lakukan terus untuk memberikan yang terbaik untuk warga Surabaya. Terima kasih kepada warga Surabaya telah memberikan masukan kepada kami untuk terus menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Editor: DAD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *