Gerakan sayap kanan ekstrem Heinrich XIII ini diduga punya jaringan internasional yang cukup kuat, terutama di Rusia dan Amerika. Di Rusia kelompok sayap kanan ekstrem yang ingin menghidupkan kembali monarki masih punyan jaringan kuat.
Di Amerika, kelompok sayap kanan punya pengaruh politik sangat kuat di Partai Republik. Ketika Presiden Donald Trump berkuasa, kelompok sayap kanan ini mempunyai peran dominan, karena Trump sendiri penganut politik sayap kanan yang sering bersikap dan bertindak rasis dan diskriminatif.
BACA JUGA: Korean Wave
Kelompok sayap kanan ini bersenjata lengkap dan punya cukup logistik untuk melakukan serangan berbahaya. Ketika Trump dinyatakan kalah pada pemilihan presiden 2020, ribuan pendukungnya marah dan menyerbu dan menduduki gedung DPR dengan membawa senjata api berbagai jenis dan ukuran.
Obsesi terhadap kejayaan masa lalu bisa memunculkan gerakan ekstrem seperti yang terjadi di Jerman, Amerika, Rusia, dan di manapun.
Di Indonesia, gejala yang sama juga muncul. Di tengah kondisi yang makin sumpek dan tidak menentu, selalu muncul kerinduan untuk kembali ke masa lalu. Seperti yang banyak tertulis di bak belakang truk, ‘’Piye, luwih enak
jamanku, toh?” (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi