Senin, 22 Juni 2026, pukul : 09:48 WIB
Surabaya
--°C

Kerja Prakerja

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 30 Novembr 2022: Bukan Dinasti

dabaik kuy

kami kemarin ke cianjur … masih buanyak sekali yg kehujanan tdk punya tenda… harga terpal + tali 250rb… kalau pemerintah beli 2000 terpal cuman 500 juta…. tapi pemerintah gak beli terpal / tenda… padahal cuman 500 juta .. itu pengungsi dibuiarkan tabpa tenda…tenda baru di lalangan besar…di pelosok desa2 pengungsi tanpa tenda….hanya plastik tambal2 bolong sana sini yg gak percaya silahkan datang ke cianjur .. jakarta ke cianjur itu deket…tapi kirim 2000 tenda aja tdk bisa… kok hanya dapur umum besar saja yg di supply…pengungsi dipelosok tdk dikasih tenda… cianjur dekat dr jakarta…tapi tdk terbantu tenda 2rb buah utk pelosok desa …. pemerintah memalukan ..

dabaik kuy

rumah yg hancur ada 2300 rmh… harusnya ada 2300 tenda juga sbg oengganti rumah sementara… sampai rumah jd dibangun lagi… kemana pemerintah kirim 2rb tenda aja tdk mampu… padahal cianjr deket dr jakarta

BACA JUGA  Sengit Layaknya PON, Kecamatan Sidoarjo Juara Umum Akuatik PORKAB 2026

Wahyudi Kando

Dato’ DI Saya Pribadi setuju dg sebagian para komentator terbaik Disway…. Beberapa hari belakangan ini, kok lebih berbobot isi release tulisan para komentator dari pada CHD, ada baiknya mungkin tulisan pa mirza minta direlease di CHD untuk mencerdas anak bangsa terkait bantuan tenda gereja….Kita ini bangsa besar, tetangga saya manado & batak keduanya kristen. Anak anak kami saling berteman dari masih usia anak anak sampai saat ini sudah remaja. Shubuh dan magrib mereka sibuk lihat kami ibadah dan ngaji, setiap minggu kami lihat mereka sibuk ke gereja…..Salahnya dimana untuk saling bersaudara..

Mirza Mirwan

Romanisasi yang benar adalah Kaohsiung, bukan Kaoshiong atau Kaoshiung. Alih-alih Pak DI yang orang Jawa, media Taiwan sendiri suka salah tulis: hurup “h” dan “s” tertukar letaknya bila menyebut kota di Taiwan selatan itu. Yang menarik (atau ganjil?) dari pilkada Taiwan 26 November kemarin adalah ada walikota terpilih yang mengundurkan diri. Namanya Chang Jung-jung. Wanita, cantik dengan “3i” saja. Ia terpilih sebagai walikota Fuli Township — semacam kota administratif di Indonesia — Kabupaten Hualien, jauh di selatan Taipei, agak jauh di timur laut Kaohsiung. Ganjil, memang. Sudah terpilih kok mundur. Jung-jung menyatakan mundur selang sehari setelah terpilih. Alasannya, tidak mendapat dukungan dari keluarga, karena ia menghadapi kontroversi terkait dengan gelaran seni yang diselenggarakan Jung-jung. Tak jelas gelaran seni macam apa gerangan. Di portal Taiwan News hanya disebutkan bahwa gelaran seni itu ditunda dan dirampingkan (delayed and downsized), sementara artis pendukung tak pernah menerima kompensasi yang dijanjikan sebelumnya. Atas pernyataan Jung-jung Senin kemarin itu Komisi Pemilihan Kabupaten Hualien menyatakan: bila tanggal 25 Desember nanti Jung-jung belum mengucapkan sumpah, masih diberi kesempatan di hari lain. Tetapi bila ternyata di hari yang ditentukan itu Jung-jung belum mengangkat sumpah juga, hilang sudah haknya untuk jadi walikota. Aya-aya wae.

BACA JUGA  Sengit Layaknya PON, Kecamatan Sidoarjo Juara Umum Akuatik PORKAB 2026
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.