Saya sebenarnya mau ikut mempersoalkan apa yang terjadi di FIFA hingga organisasi sepak bola dunia itu menunjuk Qatar sebagai tuan rumah. Tidak masuk akal. Apalagi sampai menggeser jadwal Liga Inggris dan Liga lainnya di seluruh dunia. Bulan November-Desember enak-enaknya nonton bola di Eropa. Justru digeser oleh Qatar. Kalau pun mau di Qatar seharusnya tetap di bulan Juli. Agar Qatar memikirkan bagaimana membangun AC yang bisa mendinginkan seluruh negara.
Tapi yang mempersoalkan itu sudah terlalu banyak. FIFA bergeming. Saya pun harus move on. Saya justru bersyukur Piala Dunia di Qatar. Setidaknya bisa merukunkan dua tetangga yang nyaris perang: Qatar vs Saudi Arabia.
BACA JUGA: Korban Bangunan
Bayangkan kalau rencana gila Arab Saudi itu jadi dilaksanakan: daratan dua negara Arab itu akan dipisahkan oleh laut. Waktu sengit-sengitnya konflik itu Saudi sudah merencanakan menggali perbatasannya dengan Qatar. Sepanjang perbatasan. Selebar 120 meter. Jadilah Qatar sebuah pulau terpisah yang kecil. Ia bukan lagi bagian darat dari Semenanjung Arabia. Penerbangan pun dihentikan. Jalan darat terputus. Visa tidak dikeluarkan.
Untunglah konflik mereda. Galian itu diurungkan. Kalau tidak bagaimana coba tim sepak bola Arab Saudi bisa menuju stadion Qatar. Harus disediakan sampan-sampan kecil untuk menyeberang kan mereka. Itu pun kalau Qatar tidak membiakkan buaya di laut pemisah itu.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi