Menu

Mode Gelap

Kempalpagi · 23 Nov 2022 08:00 WIB ·

Korban Bangunan


					Ilustrasi: Gempa Cianjur. (Foto: merdeka.com/Arie Basuki) Perbesar

Ilustrasi: Gempa Cianjur. (Foto: merdeka.com/Arie Basuki)

KEMPALAN: INI bencana alam: gempa Cianjur kemarin dulu. Ini bencana gempa vulkanik. Bukan bencana Kanjuruhan.

Bencana Cianjur ini –162 orang meninggal dunia– tergolong bencana khas negara berkembang. Yang penduduknya masih belum begitu punya kemampuan disiplin dan keuangan.

“Gempa tidak pernah menyebabkan kematian. Yang bikin banyak korban itu bangunan yang tidak tahan gempa,” ujar Prof Dr Ir Priyo Suprobo.

Ia ahli teknik sipil. Disertasi doktornya tentang beban dinamis: di Purdue University Amerika Serikat. Soal gempa ada di dalamnya. Prof Suprobo juga anggota Pusat Riset Gempa Nasional (Pusgen). Ia jadi rektor ITS Surabaya tahun 2007 – 2011.

BACA JUGA: Lima Golongan

Gempa Cianjur itu sebenarnya hanya 5,6 skala richter. Bahwa begitu banyak bangunan yang roboh pertanda itu tadi: disiplin yang rendah dalam memenuhi persyaratan bangunan di daerah gempa.

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Alvin Kuya

28 November 2022 - 08:00 WIB

Gempa Jerman

27 November 2022 - 08:00 WIB

Melli

26 November 2022 - 16:56 WIB

Tenda Sendiri

26 November 2022 - 08:00 WIB

Dato Anwar

25 November 2022 - 17:27 WIB

Kekuatan Maaf

25 November 2022 - 08:00 WIB

Trending di Kempalpagi