Mengapa?
Sumur gas Qatar itu begitu luasnya, di bawah laut sana, sampai mencapai wilayah laut Iran. Maka Iran sebenarnya juga bisa menyedot gas itu dari wilayahnya. Dari arah timur. Sekuat Iran sekali pun. Sekarang ini gas-nya Iran itu ikut kesedot oleh Qatar. Iran tidak mungkin bisa bikin tembok pembatas di ”danau gas” yang maha luas itu di kedalaman 3000 meter. Sebaliknya kalau Iran kelak mampu menyedot gas itu besar-besaran gas milik Qatar pun kesedot Iran. Mereka bisa saling sedot-sedotan. Qatar menyedot dari barat, Iran menyedot dari timur. Tinggal siapa yang lebih kuat menyedotnya.
Sekarang ini Iran juga sudah mulai ikut menyedot. Kecil-kecilan. Untuk rakyat Iran sendiri. Tiap rumah di Iran dapat aliran gas lewat pipa langsung ke dapur masing-masing. Toh kalau Iran mampu menyedot lebih dari itu tidak bisa juga menjual ke negara lain. Diblokade oleh Amerika Serikat.
BACA JUGA: Kekuatan Maaf
Sebenarnya Iran bisa memperpanjang pipa gasnya ke Pakistan yang lagi dahaga energi. Atau masuk ke Afghanistan yang miskin. Tapi itu akan membuat Amerika marah besar.
Untuk menjual ke negara lain, Iran harus mengubah gas itu menjadi gas-cair (LNG). Membangun instalasi LNG itu sangat mahal. Teknologinya juga sangat tinggi. Tanpa kerja sama dengan Barat, atau Jepang, sulit dilakukan.
Tapi Iran nekat. Iran mencoba membangun sendiri instalasi LNG di dekat pantai yang menghadap ke Qatar. Instalasi tersebut sekarang, mestinya, sudah jadi. Sewaktu saya ke sana sekian tahun lalu sedang dikerjakan. Amat pelan. Saya lihat ada alat berat yang bertulisan made in Amerika di proyek LNG tersebut. Mungkin alat berat sisa lama yang masih bisa diperbaiki.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi