SURABAYA –KEMPALAN : Nama Lilies Handayani selalu melekat di hati masyarakat Indonesia Khususnya penggemar cabang olahraga panahan. Legenda panahan asal Jawa Timur ini adalah bagian dari sejarah olahraga Indonesia ketika menyumbangkan medali olimpiade pertama untuk Indonesia pada tahun 1988 di Seoul.
Bersama Nurfitriyana Saiman dan Kusuma Wardhani, Lilies Handayani menyumbangkan medali perak dari cabang olahraga panahan.
Namun, Lilies tidak berhenti pada gelar dan medali. Kini, ia hadir dengan peran baru: akademisi, peneliti, sekaligus inovator metode latihan panahan.

Baru saja, Lilies meraih gelar doktor di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) setelah mempertahankan disertasi berjudul “Tehnik Latihan Lilies Handayani Rapid Shooting (LHRS) dalam meningkatkan Konsentrasi dan Performa Panahan Divisi Recurve.”
Dalam sidang terbuka yang di pimpin Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Unesa Dr. Irmantara Subagio M. Kes. dan anggota Prof. Dr. Nurhasan M. Kes (Pembimbing) Prof. Hari Setijono M. Pd., Prof.Dr Agus Hariyanto M.Kes. Prof. Dr. Zainudin Amali dan Prof. dan Penguji dari luar Unesa yakni Prof. Dr. Heny Setyawati M.Si dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) Lilies Handayani di nyatakan lulus dengan predikat sempurna.
Penelitian tersebut tidak sekadar karya ilmiah, melainkan sebuah upaya memperkaya metode pembinaan atlet panahan Indonesia.
Metode LHRS: Cepat, Efisien, dan Berbasis Mental
Dalam pemaparannya, Lilies menjelaskan bahwa metode Lilies Handayani Rapid Shooting (LHRS) dirancang untuk melatih atlet agar mampu menembak secara cepat tanpa kehilangan konsentrasi.
“Dengan metode ini, atlet diharapkan tetap fokus meskipun dalam kondisi cuaca yang berubah-ubah, baik angin kencang, panas terik, maupun hujan.
Bahkan dalam kondisi tertekan sekalipun, performa tetap bisa terjaga,” ujarnya usai sidang terbuka promosi doktor, Rabu (1/10/2025).
Kunci metode ini, menurut Lilies, terletak pada konsistensi. Latihan dilakukan dengan tahapan sederhana: mengangkat busur, melakukan setting, menarik, hingga melepaskan anak panah. Semua dilakukan secara efisien dalam hitungan detik.
“Cepat di sini bukan asal tergesa-gesa, tetapi diukur dan terkendali. Tidak hanya fisik, melainkan juga psikologi atlet yang harus dilatih,” jelasnya.
Analisis: Pentingnya Model Latihan Baru dalam Panahan Indonesia
Metode LHRS muncul di tengah tantangan pembinaan panahan nasional. Selama ini, latihan panahan di Indonesia cenderung menekankan pada teknik dasar dan kekuatan fisik.
Padahal, panahan adalah olahraga yang sangat dipengaruhi kondisi psikologis dan konsentrasi.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi