omami clan
Kalau baca tulisan Abah tentang pengusaha kok rasanya gimana gitu, apalagi tentang pejabat yang dari berbagai tingkatan yang rerata Abah kenal kok jadi tambah apatis. Suatu hari pada waktu saya bangkrut dan sangat terpuruk, ladalah malahan yang nolong saya salah seorang pengusaha dari Indragiri Hulu, yang kebetulan etnis Tionghoa, kemudian ada juga pejabat setempat yang juga turut andil dalam bantuan tersebut. Padahal saya tidak begitu berharap mereka yang datang, di waktu teman-teman dan saudara justru entah di mana. Pada akhirnya kesimpulan saya bukan masalah dia sebagai apa dan siapa, tapi pribadi orang tersebut yang menjadikan dia baik atau kurang baik. Atau karena hanya saya merasa di bantu sehingga mungkin hal tersebut membuat saya terkesan
Juve Zhang
Kalau di Genius Google sih infonya agak beda almarhum menjual porsi sahamnya tapi sisanya yg 44% masih milik seseorang yg powerful zaman dulu. Yg dibeli Siam Cement sekitar 55 %. intinya Siam Cement jadi pengendali. 9.6 T itu hanya 55 % . Disway tentu “tahu” semuanya siapa orang powerful itu. Cuma tak “riya” . Wkwkwk.
Alon Masz Eh
Wow… Tulisan riya’ yang menceritakan pengalaman yang luar biasa, keilmuan empiris yang luar biasa, layak diganjar… (Ups maaf sensitif lagi musim menjelang kampanye, anda sudah tahu), memang layak pernah dianugerahi honor lebih, yah banyak rekening yah causa… Temennya juga luar biasa Hmmmm Suruh nulis pengalaman para komentator sama si mbah le? Yang ada bukan empiris tapi miris om.. Huaaaaa huaaaa…..hahahaha
edi fitriadi
Belum tentu juga disana mereka akan rukun, malah mungkin lagi bersaing. Misalnya sang adik ada di surga tingkat ke 5 sedangkan sang kakak ada di surga tingkat ke 4 pasti sang kakak berusaha berada di surga tingkat ke 6 bagaimanapun caranya ha ha ha

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi