Tak lama kemudian saya mendengar berita duka: Tirto meninggal dunia. Ia memang sering sakit. Punya komorbid gula darah.
Setahun berikutnya saya dengar drama ini: dalam proses kepailitan itu terjadi kecurangan. Ditemukanlah fakta kuratornya dianggap bermain. Diadukanlah kurator itu ke polisi. Sang kurator ditahan.
Tahun 2015 keluar putusan Mahkamah Agung. Putusan pailit pengadilan negeri Surabaya itu dibatalkan. Surya Kertas sudah telanjur babak belur. Pemiliknya telanjur meninggal dunia.
BACA JUGA: Menghitung Hari
Yang menarik, apa pun persoalan di antara mereka sang adik tidak tega Surya Kertas tutup alias meninggal dunia. Maka perusahaan itu diambil alih sang adik. Jadilah sang adik punya dua pabrik kertas besar.
Sang adik dikenal sebagai orang baik. Pekerja amat keras. Disiplin. Inilah salah satu pengakuan mantan manajer seniornya:
“Saya 17 tahun sebagai salah satu asisten terdekat Pak Winarko Sulistyo. Dalam keseharian di kantor beliau seorang pemimpin karismatis.. yang gigih..berani..low profile ..bicara terbuka dengan bawahan…pantang menyerah..berkemauan keras untuk kemajuan perusahaan”.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi