Sebagai presiden, Jokowi memang harus bisa memastikan bahwa program – program ia bangun harus bisa dilanjutkan. Ganjar adalah orang yang diharapkan, namun sayangnya Ganjar juga mengalami keraguan, satu sisi Ganjar masih menjabat Gubernur Jateng, sangsi dari partai juga siap menunggu kalau Ganjar masih keukeh menuruti kemauan Jokowi, disisi lain kritik di internal PDIP dan DPRD Jateng tentang prestasi Ganjar yang tidak moncer dalam menangani kasus Bendungan Wadas, banjir dan kemiskinan.
BACA JUGA: Jakarta Siap Siaplah! Habis Terang Kembali Gelap
Bagi Jokowi sebagai pribadi tentu juga butuh jaminan keberlanjutan dirinya dan karir politik paska 2024. Disinilah Jokowi mengalami keraguan terhadap kemampuan Ganjar untuk bisa memastikan.
Ditengah kegalauannya itulah, Prabowo menjadi pilihan dukungan. Bagi Jokowi, pujian Prabowo kepadanya adalah sesuatu uang tulus dan ini bisa menjadi harapan baru bagi jaminan program dan karir politiknya.
Kini publikpun bisa memahami kata “ojo kesusu” dan “jangan sembrono” yang disampaikan Jokowi dihadapan relawannya dan pada saat ulang tahun Golkar. Tinggalkan Ganjar, lalu berpaling ke Prabowo. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi