PDIP sedang berpikir untuk menemukan langkah kuda dan mencari exit strategy yang tepat. Harus dicari justifikasi yang paling masuk akal untuk tidak mencalonkan Puan Maharani. Dan, yang tidak kalah penting, harus dicarikan alasan yang paling masuk akal supaya Megawati mengikhlaskan PDIP mencari capres lain selain Puan Maharani.
Alasan logis sudah tersedia di depan mata. Elektabilitas Puan nyaris mustahil untuk bisa mengejar Ganjar Pranowo yang sudah moncer di angka likuran. Persoalannya hanyalah mencari strategi supaya Megawati tidak losing face, kehilangan muka, jika tidak mencalonkan Puan Maharani.
BACA JUGA: Wahabisme
Kelihatannya tugas itu dibebankan kepada Hasto Kristiyanto. Tentu saja beban itu sangat berat bagi Hasto. Mungkin itu pula yang membuatnya terlihat akhir-akhir ini sering frustrasi dan menyerang lawan politiknya dengan gencar dan cenderung seperti babi buta. Hal terlihat dari komentarnya terhadap Partai Nasdem dan serangan-serangannya terhadap Partai Demokrat.
Hasto juga melakukan penertiban besar-besaran di internal partai. Memberi kartu kuning kepada geng Dewan Kolonel dan memberi peringatan kepada para die hard Ganjar Pranowo, seperti FX Rudyatmo ketua PDIP Solo. Cepat atau lambat PDIP harus memilih capresnya, dan kalau bukan Puan berarti tugas paling berat Hasto adalah meyakinkan Megawati supaya ikhlas menunjuk Ganjar Pranowo sebagai ‘’the new petugas partai’’.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi