Senin, 22 Juni 2026, pukul : 11:37 WIB
Surabaya
--°C

Elina dan Pelosi

Menko Polhukam Mahfud Mahmudin alias Mahfud MD juga ikut berkomentar. Katanya kasus Elina menunjukkan bahwa ekstremisme masih ada di Indonesia, dan karena itu harus tetap diwaspadai. Sedangkan Moeldoko mengatakan bahwa menjelang tahun politik tindakan kekerasan dan ekstremisme cenderung meningkat.

Sudah cukup lama tidak ada kasus ekstremisme yang menjadi perhatian publik. Selama ini perhatian utama terfokus pada adu jago menjelang pilpres 2024. Munculnya kasus Ferdy Sambo, lalu tragedi Kanjuruhan, dan disusul kemunculan Anies Baswedan sebagai calon presiden Partai Nasdem membuat guncang peta politik Indonesia. Kemunculan kasus Elina sedikit bisa mengalihkan fokus perhatian dari kasus Sambo dan fenomena Anies Baswedan.

BACA JUGA: Khilafuck

BACA JUGA  Sengit Layaknya PON, Kecamatan Sidoarjo Juara Umum Akuatik PORKAB 2026

Ternyata, tengara Mahfud Mahmudin bahwa ekstremisme masih ada, bukan hanya fenomena nasional, tapi internasional. Hal yang sama terjadi di Amerika, dan bahkan ancaman kekerasannya jauh lebih serius dari kasus Elina. Seorang pria membawa senjata palu dan menerobos rumah ketua DPR Amerika Nancy Pelosi di San Fransisco, dan menyerang Paul Pelosi, suami Bu Nancy.

Pria itu menyandera Paul Pelosi dan menyerangnya dengan palu. Pelosi mengalami luka di kepala dan tangan akibat berduel dengan penyerangnya. Serangan itu jauh lebih serius dan mengancam nyawa ketimbang serangan Siti Elina. Untungnya si penyerang hanya bersenjata palu. Kalau dia membawa pistol seperti Elina nyawa Paul Pelosi bisa melayang. Pistol dan senjata api menjadi barang dagangan yang bisa dibeli dengan mudah di Amerika.

BACA JUGA  Sengit Layaknya PON, Kecamatan Sidoarjo Juara Umum Akuatik PORKAB 2026

Amerika kontan gempar. Peristiwa ini terjadi hanya seminggu menjelang pemilu sela atau by election di Amerika. Pada pemilu sela kali ini dua partai besar Demokrat dan Republik bersaing keras dan ketat. Biasanya memang seperti itu. Tapi, kali ini lebih keras dan ketat karena mantan presiden Donald Trump masih tetap aktif bergerak dan terus-menerus menyerang Presiden Joe Biden. Trump sangat mungkin akan kembali maju di pilpres Amerika 2024 mendatang untuk melakukan revans atas kekalahannya dari Biden.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.