Sabtu, 6 Juni 2026, pukul : 13:24 WIB
Surabaya
--°C

TGIPF Kejar Sosok yang Paksa Arema vs Persebaya Tetap Berlangsung Malam

MALANG-KEMPALAN: Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) saat ini sedang mengejar sosok yang bertanggung jawab atas perubahan jadwal pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya.

Hal itu diungkapkan langsung oleh salah satu anggota TGIPF, Rhenald Kasali yang mengatakan bahwa pihaknya sedang mencari sosok yang merubah jadwal laga Arema vs Persebaya yang seharusnya berlangsung sore hari menjadi malam pukul 20.00 WIB.

“Kenapa jadinya malam itu juga kemungkinan besar di situ ada pihak tertentu yang punya kekuatan untuk mengatur itu tetap malam hari,” kata Rhenald.

Namun, Rhenald mengatakan bahwa dirinya belum bisa menyebutkan secara detail terkait sosok tersebut. Dirinya hanya menyampaikan bahwa sosok tersebut bakal dipanggil oleh TGIPF.

BACA JUGA: Liga 1 Dihentikan, PSS Sleman Lakukan Ini

BACA JUGA  UAS UNESA 2025-2026

“Ya kita akan panggil semua. PT LIB akan datang, akan kita minta. PSSI akan kita panggil besok dan sejumlah pihak yang terkait dengan ini semua ya. Kita akan klarifikasi.” tambah pria berusia 62 tahun itu.

Rhenald juga mempertanyakan kenapa pihak kepolisian harus mengalah dan menuruti perintah PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) soal perubahan jadwal ini.

“Kalau memang itu ditolak (permintaan kepolisian untuk perubahan jadwal), mengapa polisi dan polres kalah dan harus tetap dijalankan pada malam hari?.” tambah Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia itu.

BACA JUGA: Timnas U-17 Gagal ke Piala Asia, Bima Sakti Minta Maaf

Rhenald juga menduga bahwa adanya permintaan iklan rokok lah yang membuat pertandingan Arema melawan Persebaya Sabtu (1/10) lalu menjadi mundur hingga malam hari sebab iklan rokok hanya bisa tayang di televisi setelah jam 10 malam.

BACA JUGA  Akselerasi Ekonomi Digital, STIE YAPAN Surabaya dan IPBI Bali Satukan Sinergi Strategis

“Kami juga mendengar ada yang mengatakan mungkin itu salah satunya mengakomodir iklan rokok yang baru mulai di jam setengah 10 malam.” tambah pria kelahiran 1960 itu.

Berdasar telaah TGIPF, Rhenald mengungkapkan bahwa pertandingan yang berlangsung di malam hari juga sebenarnya tidak baik untuk kesehatan atlet.

“Kami bicara dengan para atlet, mereka mengatakan sangat tidak nyaman bertarung (bermain) mulai setengah 10 malam. Kalau kemarin kan gak jam segitu. Tapi banyak sekali hal-hal seperti dilakukan setengah 10 malam.” tutup Rhenald.

(*) Edwin Fatahuddin

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.