Salah satu cara untuk membangun kehidupan yang seimbang adalah terlebih dahulu melaksanakan ibadah wajib, karena hukum ibadah wajib, yakni konsekuensinya adalah berdosa apabila ditinggalkan. Oleh karena itu, kita dituntut untuk mendahulukan dan memprioritaskan ibadah wajib sebelum yang lain.
Al-Qur’an telah memperingatkan umat manusia bahwa kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya. Maka Al-Qur’an memperingatkan agar manusia jangan asik tenggelam dalam kenikmatan dunia. Setiap yang bernyawa akan merasakan mati dan di hari kiamat nanti disempurnakan balasan masing-masing. Yang baik akan dibalas dengan surga, yang buruk dibalas dengan yang buruk pula yaitu neraka.
BACA JUGA: Hawa Nafsu
Allah SWT menjadikan tabiat manusia cinta kepada harta benda dan kesenangan sebagai sarana menguji keimannan seseorang, apakah dia akan menggunakan semua harta dan kesenangan itu untuk kehidupan duniawi saja, ataukah dia akan menggunakan harta bendanya untuk mencapai keridhoan Allah SWT.
Ragam kesenangan hidup itu disebutkan dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran : 14, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan pada apa-apa yang diingini, yaitu ; Wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat Kembali yang baik (surga).”

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi