Agus Suryono
TINGGAL GLANGGANG COLONG PLAYU.. Mengapa dari kasus Kanjuruhan ini, tak seorangpun tergerak tuk bertindaj ksatria, dengan mengundurkan diri. Dugaan saya, hal ini ada kaitannya dengan tradisi dan budaya Jawa, yang dalam kondisi terjadi MASALAH, untuk jangan justru MENGUNDURKAN DIRI alias tidak BERTANGGUNG JAWAB. Dengan semua PERSEPSI atas ajaran tersebut. Dari perjalanan bernegara kita, pada tahun 1998 pernah terjadi krisis EKONOMI, sekaligus KRISIS MULTIDIMENSI. Pak Harto sudah “rasan-rasan” mau mundur. Tetapi hanya beberapa hari menjelang Sidang MPR, ketua MPR, ditemani oleh 5 Ketua Fraksi, menghadap pak Harto untuk maju. Maka pak Harto tetap memutuskan untuk maju, dan TERPILIH KEMBALI. Saat itu pak Harto menyatakan.. 1. Adanya permintaan dari Ketua MPR dan 5 orang Ketua Fraksi, yang seakan bisa diartikan MEWAKILI seluruh unsur RAKYAT. 2. Tidak ingin melakukan “TINGGAL GLANGGANG COLONG PLAYU” – yang seakan LARI dari tanggung jawab. Meskipun demikian, krisis ternyata berlanjut. Dan kemudian, sekitar 70 hari kemudian, pak Harto menyatakan mundur. Saya tak tahu apakah pernyataan mundur pak Harto saat itu merupakan SIKAP TANGGUNG JAWAB, dan sikap KSATRIA. Atau justru SEBALIKNYA. Bagaimanapun, mundurnya pak Harto hanya 70 hari dari masa jabatannya yang 5 tahun di masa jabatanTERAKHIR- nya, telah MEMBERIKAN JALAN KEBAIKAN. Bagaimana menurut Anda..?

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi