MALANG-KEMPALAN: Operator kompetisi Liga 1, PT Liga Indonesia Baru (LIB) belum bisa memastikan kapan kompetisi Liga 1 musim 2022/23 akan dilanjutkan kembali.
Liga 1 musim 2022-2023 dihentikan sementara usai terjadi tragedi di Stadion Kanjuruhan yang menelan 131 korban meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka.
Tragedi tersebut terjadi usai Arema FC mengalami kekalahan dari sang rival bebuyutan Persebaya Surabaya di lanjutan pekan ke-11 Liga 1 musim 2022-2023.
Banyaknya korban dalam tragedi itu kemudian membuat PT Liga Indonesia Baru memutus untuk menghentikan sementara seluruh pertandingan di Liga 1.
Kebijakan ini diambil untuk memberi kesempatan kepada PSSI melakukan investigasi terkait tragedi Kanjuruhan.
BACA JUGA: Kabar Baik, FIFA Tak akan Sanksi Indonesia karena Tragedi Kanjuruhan
Hal yang sama juga dilakukan pemerintah dengan membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGIFP) untuk investasi Tragedi Kanjuruhan.
Sebelumnya, PT LIB sempat mengumumkan bahwa kompetisi akan ditunda selama satu pekan untuk investasi, namun selanjutnya direvisi menjadi dua minggu.
Saat ditanya soal kelanjutan kompetisi, Direktur operasional PT LIB Sudjarno juga belum bisa memastikan kapan Liga 1 musim 2022-2023 akan dilanjutkan lagi.
PT LIB sebenarnya sudah menggelar pertemuan secara virtual dengan 18 klub di Liga 1 pada Sabtu (8/10), untuk membahas nasib kompetisi yang hingga kini belum ada titik terang.
Agenda managers meeting tersebut menghasilkan beberapa kesimpulan. Namun, Sudjarno, selaku Direktur operasional PT LIB, tidak mau mengungkapkan poin-poin apa saja yang diperoleh dari pertemuan tersebut.
Sudjarno hanya menyebutkan bahwa pihaknya saat ini tengah menunggu arahan dari otoritas pemerintah perihal kelanjutan Liga 1.
BACA JUGA: FIFA Minta Jadwal Liga 1 Dirombak, Kick-off Tak Boleh Lebih dari Pukul 17.00
“Pertemuan rekan-rekan klub di Kemenpora akan dijadikan rujukan LIB bersama PSSI untuk berkoordinasi lebih intensif. Tentu menjadi kewajiban LIB, PSSI bersama-sama semuanya melakukan langkah-langkah koordinasi yang intensif untuk bisa mendapatkan kepastian.” kata Sudjarno dikutip dari situs resmi PT LIB.
“Kami dari LIB juga akan membuatkan opsi-opsi, atau skenario-skenario yang sudah kami dapatkan dari masukan-masukan dewan komisaris, atau juga para klub perihal kepastian kelanjutan kompetisi. Hasil pertemuan ini akan kami tindak lanjuti dan kami laporkan ke federasi.” tambahnya.
Selain kontestan Liga 1, rapat virtual ini juga diikuti direktur utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai satu dari enam tersangka tragedi Kanjuruhan.
Sementara itu, sambil menunggu kepastian kompetisi, beberapa klub mengeluarkan kebijakan berbeda, baik menghentikan maupun tetap menggelar latihan.
(*) Edwin Fatahuddin

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi