Mbah Mars
Ada dua polisi yang masih culun. Belum lama berdinas. Baru saja selesai pendidikan. Ehh mereka tertangkap kamera menjilati kue utah TNI di dalam mobil. Lhadalah. Gara-gara perbuatan itu mereka dipecat. Lha mbokya dibina dulu. Itu kan hanya kenakalan remaja yang masih lupa akan statusnya yang sudah menjadi polisi. Wis angel…angel. Yang terang-terangan menyebabkan meregang nya ratusa nyawa itu yang pantas dipecat dari POLRI dan dijebloskan penjara.
Er Gham
Ada 2 hal yang menjadi pertanyaan setelah penetapan tersangka. 1. PSSI seharusnya tidak memberikan rekomendasi kepada PT LIB untuk menyelenggarakan liga jika ada kelengkapan dokumen yang tidak memadai. Diketahui tidak ada dokumen verifikasi stadion kanjuruhan terbaru. Mungkin inj terjadi di stadion lain. Namun, mengapa masih diberikan rekomendasi. 2. Kapolres aman, tidak menjadi tersangka. Karena menurut kompolnas juga tidak memberikan perintah penggunaan air mata. Komandan kompi yang menjadi tersangka. Pertanyaan, siapa yang memberikan perintah kepada komandan kompi. Kalau komandan kompi di BKO (bawah kendali operasi) kan ke kapolres, seharusnya komandan dia pada saat itu adalah kapolres. Tapi kapolres tidak memberikan perintah. Lalu siapa? Atau inisiatif pribadi saja. Aneh, kalau ini tidak berhasil diungkap oleh TGIPF.
Em Iskandar
Apakah Abdur pulang ke Malang meenjadi salah satu korban kerusuhan bola atau bluebeach ????
Mirza Mirwan
Sikap (ke)satria justru ditunjukkan oleh pejabat yang sebenarnya tidak terkait langsung dengan bencana yang terjadi di stadion. Tetapi jangan salah, itu bukan terjadi di Indonesia, melainkan di Nepal tahun 1988. Saat Dasharath Stadium menggelar laga Janakpur Cigarette Lth (Nepal) vs Liberation Army (Bangladesh) tiba-tiba turun hujan es (hailstorm). Waktu itu tribun yang ada atapnya hanya di bagian barat. Karuan saja penonton dari tribun lain berlarian ke tribun barat. Tetapi polisi menghalau mereka. Lalu terjadilah bencana itu. Penonton berdesakan di lorong menuju pintu keluar. Akibat desak-himpit-injak mengakibatkan 93 nyawa melayang. Esok harinya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nepal, Keshar Bahadur Bista, mengundurkan diri dari jabatannya. Langkah Mendikbud Nepal itu diikuti oleh Kamal Thapa, ketua PSSI-nya Nepal.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi