JAKARTA–KEMPALAN: Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Nasdiyanto, ikut menghadiri peresmian Kampung Gembira Gembrong, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat, 7 Oktober 2022, oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Dia menyaksikan langsung bagaimana warga yang menjadi korban kebakaran dahsyat pada 24 April 2022 lalu kini menjadi riang gembira.
“Jumat, 8 Oktober 2022. Saya ikut hadir dalam peresmian Kampung Gembira Gembrong dan menyaksikan langsung suasana warga gembrong yang gembira,” ujar Nasdiyanto lewat akun Twitter @NasdiyantoPKS, Sabtu, 8 Oktober 2022.
“Semoga kegembiraan warga dibarengi dengan kesadaran untuk merawat kampung gembira gembrong,” lanjut politikus PKS ini.
Lebih jauh dia menjelaskan pembangunan Kampung Gembira Gembrong ini simbol hadirnya kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat dapat diwujudkan di tangan pemimpin yang tepat.
“Apresiasi sebesar-besarnya atas terwujudnya Kampung Gembira Gembrong kepada Pak Gubernur DKI Jakarta, Bazis Jakarta, Walikota Jakarta Timur,” tutupnya.
Sebelumnya kebakaran besar melanda Pasar Gembrong pada 24 April 2022 lalu. Sebanyak 450 kepala keluarga atau 1.000 jiwa di lima RT Kelurahan Cipinang Besar Utara terdampak insiden kebakaran yang berlangsung selama 7 jam sejak pukul 21.00 Wib tersebut.
Pada 1 Juli 2022 Anies membangun kembali kawasan eks Pasar Gembrong tersebut dengan total biaya Rp7,8 miliar. Anies menggandeng Baznas Bazis DKI Jakarta.
Kemarin, Anies meresmikannya yang kini dinamakan Kampung Gembira Gembrong. Bangunan rumah sebanyak 138 unit tersebut dicat dengan warna warni yang mencerminkan Kampung Gembira Gembrong yang juga gembira warganya.
Saat peresmian, Anies meminta warga agar tetap guyub. “Jaga tempat ini, rawat tempat ini. Bukan hanya tempatnya, tapi kerukunannya juga,” ucapnya.
Menariknya, Kampung Gembira Gembrong menjadi contoh kampung di mana bangunannya ditata untuk sehat, dengan masing-masing ada rongga udara mengalir, sehingga suasananya sejuk dan tiap rumah mendapatkan udara yang segar dan sehat.
Ini juga sebuah kampung yang menerapkan zero run off, yang mana aliran air (dari hujan) di tempat ini tak dialirkan ke luar, tetapi disiapkan sumur resapan, sehingga tak menyumbang air keluar.
“Semuanya dimasukkan ke dalam tanah dengan 16 sumur resapan, bukan hanya estetik, tapi modern secara konsep dan ramah lingkungan pengelolaan airnya,” jelas Anies.
Kampung Gembira Gembrong juga adalah water front kampung atau kampung yang menghadap sungai.
“Kami berharap, kampung percontohan ini dapat menjadi pembelajaran bagi kampung lain di Indonesia, bagaimana membangun sebuah lingkungan kampung di kawasan urban yang memiliki nilai estetik, bangunannya modern, dan berkonsep ramah lingkungan,” ucap Anies. (kba)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi