”Menurutmu gimana, Dur?” tanya Bang Eel.
Saya mengusulkan tambah halaman sesuai kebutuhan iklan saja. Atau tambah halaman pada hari-hari yang ditentukan. Jadi pada hari itu, teman-teman iklan menjual lebih gencar. Kalau perlu diskonnya juga lebih besar, yang penting halaman terisi, pendapatan iklannya melebihi tambahan biaya cetak. Bang Eel setuju. Semua manajer setuju. Soal kenaikan harga eceran Bang Eel akan berkonsultasi dengan pak bos kami, Indrayana Idris.
Sehabis rapat gabungan redaksi, pemasaran, dan iklan, rapat rutin mingguan itu, saya diminta Bang Eel ke ruangannya. Biasa. Selalu begitu. Ia menanyakan kesiapan redaksi kalau tambah halaman. Saya katakan harus tambah beberapa wartawan dan paling tidak dua redaktur.
”Kalau kita cetak empat sesi, paling tidak kita perlu dua redpel. Satu untuk dua sesi cetak pertama, dan satu redpel untuk cetak terakhir,” kataku.
”Kamu punya calon, nggak?” tanya Bang Eel. Saya menyebutkan dua nama redaktur. Bang Eel akan mempertimbangkannya, toh penambahan halaman itu juga belum diputuskan.
”Soal Mila, gimana, Bang?”

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi