Ada tiga pintu masuk ke Gunung Bromo, yakni di Desa Cemorolawang (jika mengambil rute lewat Probolinggo), Desa Ngadas (jika mengambil rute lewat Malang), dan Desa Burno (jika mengambil rute lewat Lumajang).
Pastikan perhitungan waktu agar tidak meleset saat tiba di Gunung Bromo. Apalagi jika Anda ingin menyaksikan panorama sunrise (matahari terbit) di puncak gunung ini.
Jika ingin lebih fleksibel, Anda dapat menginap di salah satu hotel di Prigen, Tretes, atau mengambil homestay yang ada di Cemorolawang yang lokasinya tak jauh dari Gunung Bromo. Di sini tersedia banyak penginapan, hotel, restoran, dan kios-kios souvenir. Anda tinggal pilih mana yang cocok atau sesuai dengan isi dompet.

Keindahan Gunung Bromo yang menakjubkan itu pun telah diakui dunia. Bahkan, jaringan televisi kabel internasional Amerika, Cable News Network (CNN), menobatkan Gunung Bromo yang terletak di Desa Ngadisari, Kecamatan Sakapura, Kabupaten Probolingo, Jawa Timur, sebagai gunung terindah di dunia.
Di urutan kedua ditempati Gunung Hallasan di Korea. Sementara di peringkat ketiga, keempat, dan kelima di tempati Gunung Aso (Jepang), Gunung Pinatobu (Filipina), dan Gunung Fuji yang ada di Jepang.
BACA JUGA: Gubernur Khofifah Ajak Fotografer Turut Promosikan Keindahan Bromo pada Dunia
Sayangnya, sejak pandemi Covid-19 yang menyerang sejumlah negara di dunia dua tahun lalu, termasuk Indonesia, obyek wisata Gunung Bromo terpaksa ditutup. Meskipun kawasan obyek wisata ini telah dibuka kembali seiring makin melandainya pandemi Covid-19, namun untuk bisa menyedot kembali wisatawan seperti dulu diperlukan kerja keras.
Upaya Promosikan Bromo
Berbagai upaya pun dilakukan Pemprov Jatim. Bahkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak mengajak 250 fotografer Indonesia turut mempromosikan keindahan kawasan TNBTS melalui
Jambore Nasional Fotografer Indonesia (JNFI), 26-28 Agustus 2022 lalu.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi