JAKARTA–KEMPALAN: Serangan lawan politik, termasuk para buzzer, yang melabeli Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempraktikkan politik identitas, kembali mencuat seiring peresmian sejumlah gereja di Jakarta.
Bagi Wakil Ketua Umum relawan Anies BRANI 1 Pendeta Donald Sendow, sebagai seorang gubernur, apalagi Gubernur DKI Jakarta yang juga adalah Ibu Kota Negara, Anies Baswedan harus memimpin dengan pola kenegarawanan yang salah satunya adalah bertindak seadil mungkin kepada para warganya.
“Oleh karena itu, ketika gubernur memberikan izin dan atau meresmikan tempat-tempat ibadah, itu adalah bentuk kesadaran penuh dari tindakan seorang pemimpin. Termasuk jika gubernur meresmikan gereja,” katanya, Selasa 13 September 2022.
Menurut Pdt Donald Sendow, memang tidak mungkin menyenangkan semua orang, tetapi kurang beretika pula, jika seorang pemimpin hadir dalam tindakan sebagai wujud keadilan kepemimpinan, dilabeli sebagai politik identitas.
“Coba dicek, di DKI Jakarta ini, berapa gereja yang diresmikan langsung oleh gubernurnya dari masa ke masa? Kalau semua tindakan pemimpin kita harus dilihat dari kacamata politik identitas, semua yang dikerjakan akan dianggap salah,” ujar dia.
Untuk itu, lanjut dia, BRANI 1 hadir untuk memberikan perimbangan atas tuduhan-tuduhan apalagi yang bersifat tendensius dan spekulatif yang bisa sangat menggiring pada framing negatif terhadap Anies.
“Kenali dahulu orangnya, baru memberi respons sehingga respons itu berdasarkan pengenalan dan pengetahuan yang mumpuni. Jangan asal mengeluarkan opini,” kata Pdt Donald Sendow. (kba)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi