Anies menjadi harapan perubahan untuk Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang adil dan mensejahterakan. Selama hampir tujuh 10 tahun, rakyat merasakan keadilan hanya omong kosong, janji kesejahteraan hanya retorika yang didengungkan, Indonesia bersih, Indonesia maju hanyalah janji kosong yang tak pernah terbukti. Indonesia semakin terbelah, dan ironisnya keterbelahan itu dipelihara.
Istana banyak dipenuhi oleh penjilat dan para makelar yang bekerja untuk asing dan aseng, para oligarki. Suasana berbangsa dan bernegara kita menjadi kehilangan ruh persatuan dan kesatuan, apalagi keadilan dan kedamaian. Ada sebagian kelompok yang dipelihara dan dilindungi dan ada sebagaian kelompok yang diintimidasi, kelompok Islam dan kelompok lain yang dianggap berbeda.
BACA JUGA: Teriakan Revolusi di Demo BBM dan Teriakan Anies Presiden di KPK
Citra Anies yang begitu kuat akan perubahan dan kepastian menuju Indonesia yang adil, sejahtera, menyatukan dan mendamaikan nampaknya membuat istana kelabakan. Anies dianggap sebagai ancaman “kemapanan” yang mereka rasakan selama ini.
Prestasi – prestasi baik Anies selama dianggap sebagai pandora pembuka aib mereka, Anies membuktikan janji, mereka ingkar, Anies mempersatukan, mereka membelahkan, Anies berkarya, mereka hanya berkata, Anies menjadi antitesa atas kebohongan istana.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi