KEMPALAN: Setelah mengumumkan kenaikan harga Pertalite dan solar cukup besar, Jokowi kini menghadapi prospek presidency yang gloomy. Ini terjadi setelah sebelumnya instrumen kekuasaan terkuatnya, yaitu Polri, akibat kasus Sambo mengalami krisis kepercayaan serius dari dalam maupun luar tubuh institusi paling mematikan dalam sejarah Indonesia modern ini.
Langit negeri ini langsung gelap segera setelah joget-joget 17-an di istana pada saat rakyat harus memikul beban hidup makin berat akibat harga-harga kebutuhan pokok naik hingga 12%. Jumlah orang miskin negeri ini oleh Bank Dunia dilaporkan sudah nyaris separuhnya.
Dengan alasan APBN jebol jika subsidi BBM tidak dikurangi, Jokowi untuk kesekian kalinya nekat menaikkan harga BBM dengan asumsi akan berhasil membujuk masyarakat dengan BLT dan berbagai Kartu Pintar, Kartu Sehat. Kali ini mungkin Jokowi akan terpaksa mengeluarkan Kartu Sabar. Tapi kini baik rakyat kecil, mahasiswa maupun buruh, apalagi emak-emak dan para pensiunan sipil maupun tentara semakin tercekik harga-harga yang membubung tinggi. Pengendara Ojol juga tertekan.
Ada 3 skenario Indonesia pasca-Jokowi. Skenario ini dibuat dengan mempertimbangkan peta 2 kekuatan politik nasional saat ini, yaitu TNI dan Ummat Islam, persaingan pengaruh China dan AS serta sekutunya, serta depresi yang lebih parah daripada Depresi Besar 1930an yang kini mengancam dunia. Secara umum depresi global akan melemahkan oligarki yang kini mencengkeram Indonesia. Partai politik saat ini sedang berusaha keras untuk mempertahankan memonopolinya atas politik domestik. Krisis kepercayaan atas Polri telah membangkitkan kesadaran dan kekuatan masyarakat sipil yang selama ini lemah sehingga tidak ada kekuatan oposisi yang berarti yang mampu secara efektif melakukan check and balances. Namun parpol penguasa masih mengandalkan logistik yang dipasok oleh para taipan, sementara elite parpol banyak dirawat jalan oleh KPK. Kini mahasiswa sebagai kekuatan moral bangkit kembali dari tidur panjang mereka.
Skenario pertama, seiring dengan pelemahan China karena krisis keuangan domestik dan depresi global, Jokowi lengser keprabon, mundur dari jabatannya lalu menunjuk Menhan Prabowo Subiyanto sebagai care taker dengan didukung oleh TNI serta AS dan sekutunya. Prabowo segera membentuk Kabinet Darurat, mengumumkan Dekrit kembali ke UUD45 naskah asli, membubarkan DPR, DPD, KPU, dan KPK, serta MK. Prabowo mengumumkan Pemilu 2024 dengan mengacu pada ketentuan UUD45. Tanpa dukungan ummat Islam, Prabowo akan sulit memperoleh legitimasi kekuasaan.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi