Pelajar SD, Tommy, mengaku kepada gurunya bahwa dia belum mengerjakan pekerjaan rumah (PR). Tommy terpaksa mengaku, sebab PR semua murid akan diperiksa guru. Sebelum diperiksa, Tommy mengaku kepada guru.
Saat Tommy mengaku, ia merasa malu.
Kemudian, guru mengungkapkan ini (Tommy belum mengerjakan PR) ke seluruh kelas. Murid sekelas jadi tahu.
Sekarang Tommy merasa malu yang lebih besar.
BACA JUGA: Tronton Si Raja Jalanan Libas Halte di Bekasi
Berkembang lagi, guru memerintahkan Tommy duduk di depan kelas, menghadap ke sudut, sepanjang pelajaran berlangsung. Teman-teman Tommy ketawa.
Sekarang, Tommy merasa terhina.
Pada posisi terhina itulah, seseorang bisa marah. Reaksinya beragam. Tergantung kualitas pengendalian diri orangnya. Berpotensi melampiaskan dendam. Meskipun, dalam ilustrasi tersebut, Tommy bersalah.
Ilustrasi Tommy, seumpama, guru memberi nilai “F” terhadap PR Tommy, dan tidak diumumkan di depan kelas, ceritanya jadi beda. Tommy tetap malu, terhadap diri sendiri dan guru, tapi tidak berpotensi dendam. Seharusnya. Karena, satu rasa malu akibat satu kesalahan.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi