Kamis, 18 Juni 2026, pukul : 11:46 WIB
Surabaya
--°C

Polisi Nembak Polisi di Lampung, Kajian Psikologi

Walaupun, ada juga model begitu yang dendam.

Contoh konkrit, buku Neel Burton menukil sejarah Romawi Kuno.

Pada tahun 260, dalam pertempuran di Edessa, pasukan Kaisar Romawi, Valerian, terdesak. Jika perang diteruskan, pasukannya bakal habis. Maka, ia menawarkan gencatan senjata.

Musuhnya, Shapur I Agung, Syahanshah dari Kekaisaran Sassanid, menerima usulan gencatan senjata. Perang pun berhenti.

BACA JUGA: Kasus Sambo, dari Yosua Belok ke Makruf

Tapi kemudian Kaisar Syahanshah menahan Kaisar Valerian. Dipenjara. Pihak Valerian menganggap, itu pengkhianatan gencatan senjata.

Menurut beberapa akun (tulis Neel Burton di bukunya), Syahanshah tidak cuma memenjarakan Valerian, ditambahi hukuman: Valerian harus jadi tumpuan kaki Kaisar Syahanshah setiap akan naik kuda.

BACA JUGA  Arsitektur Neoliberal Adalah Delusi Besar

Jadi, badan Valerian selalu diinjak Syahanshah sebagai tumpuan, setiap naik kuda.

Akhirnya, Valerian menawarkan tebusan uang sangat besar untuk pembebasan dirinya. Tawaran tebusan diterima kaisar. Maka, Valerian dibebaskan.

Tak lama, Valerian menangkap Kaisar Syahhanshah. Lalu dihukum dengan cara, mencekoki mulut kaisar dengan lelehan emas yang sudah dipanaskan. Semacam mencetak emas.

Setelah Kaisar Syahanshah meninggal, tubuhnya dikuliti. Lalu, sayatan kulit tubuh itu dibentuk, diisi jerami, membentuk piala. Djadikan piala bergilir aneka lomba.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.