Kamis, 25 Juni 2026, pukul : 22:24 WIB
Surabaya
--°C

Amplop Suharso

Lukman Nugroho
Subsidi salah sasaran itu salah siapa ? Salah yang memberi atau yang menerima ?

Rihlatul Ulfa
Sudah seharusnya memang Pemerintah punya rival. Biar lebih tahu diri, biar lebih bisa lebih mau repot ngitung-ngitung. Kan kalau sudah begitu siapa nanti yg rugi? Hehe keren nih vivo. Anggapannya anda tidak mungkin mempunyai satu penyelamat di muka bumi ini. Misal yg satu berkhianat yg satunya tiba-tiba datang membantu dengan tulus. Atau apakah gara-gara karena mayoritas pembeli pertalite khususnya motor suka membulatkan jadi 10.000. Padahal membulatkan itu bukan berarti mereka sangat mampu. Tapi penguasa kebijakan-kebijakan di dalamnya bisa saja terihlami karena hal itu. ‘Sudah naikan saja jadi 10.000. Toh biasanya juga mereka membulatkan nya kan’ sesimpel itu. Padahal Pemerintah harusnya tidak pernah boleh berfikir sesimpel itu, ini misalnya saja. Karena kenaikan BBM ini bukan hanya satu yg membuat dia naik. Tapi semuanya.. semuanyaa..

BACA JUGA  Topeng Narsistik Makin Lihai Seiring Usia

Er Gham
Vivo RON 89 tiba tiba menghilang di banyak spbu. Padahal direksinya bilang masih ada stok untuk 2 bulan yang akan dihabiskan. Apakah karena ada ancaman pemerintah agar vivo menaikkan harga bbm RON 89? Kenapa usil sih pemerintah. Kalo masyarakat Jabotabek beli bbm pengganti pertalite di 30an spbu vivo justru bagus. Beban subsidi berkurang, karena dalam harga pertalite yang Rp 10.000 masih ada subsidi sebesar Rp 3.000. Atau memang harga Rp 10.000 itu harga ajaib, yang diotak atik gatuk. Biarkan saja vivo jualan. Khan, jumlah pom bensinnya juga tidak sampai 1.000. Jangan sampai, ada kebohongan demi kebohongan yang terus diproduksi di negara ini.

doni wj
Pada tahun buku 2021 Pertamina mencatatkan pendapatan sebesar USD 57,51 miliar atau senilai Rp 832,97 triliun, dengan keuntungan bersih 29,69 triliun rupiah. Ini meningkat dari torehan tahun sebelumnya yang USD 41,47 miliar atau setara Rp 600,65 triliun dengan keuntungan bersih 15,2 triliun rupiah (CNBC Indonesia). Petronas memperoleh pemasukan USD 20,9 miliar dan menyumbangkan dividen USD 11,15 miliar. Menurut keterangan pers Menkeu Malaysia yang dikutip Reuters. Entah beban apa saja yang ada di Pertamina, labanya yang hampir 3 kali lipat Petronas namun keuntungan bersihnya seperlimanya. Seberapa banyak Pertamina bisa menyumbang ke subsidi yang 502 triliun rupiah ke 275 juta penduduk Indonesia? Berapa bagian yang ditanggung Petronas dari 33 triliun rupiah subsidi yang digelontorkan untuk 32 juta hamba negeri jiran? Agaknya jumlah penduduk yang tidak lebih besar dari penduduk Jawa Tengah itu yang membuat Malaysia mampu mensubsidi BBMnya 10.000 rupiah per liter hingga harga jualnya Rp 6.800 saja. Yang pemasukannya banyak Pertamina. Yang untungnya banyak Petronas. Yang paling cerdik menggerakkan dan memancing emosi dan jempol warga +62 adalah Vivo

BACA JUGA  Tren Novel Online: Menantu versus Mertua
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.