Karena itulah sesungguhnya tidak ada absurditas ketika akan berbicara kebaikan-kebaikan perilaku moralitas. Moralitas juga tidak tercermin di dalam penegakan hukum yang dilakukan secara adil dan konsekuen, secara jujur dan konsisten.
Di antara serangkaian fakta kebangsaan yang mau tidak mau kita alami di masa reformasi, kita perlu menyadari bahwa masih ada secercah harapan untuk membangun bangsa Indonesia. Salah satunya adalah dengan menyampaikan aspirasi dan partisipasi melalui media massa serta pilihan kita menentukan pemimpin yang bermoral.
BACA JUGA: Anies Adalah Lembaran Cerita Pemimpin yang Menepati Janji
Menurut Lycona, moralitas berkaitan dengan dua hal, respect dan responsibility. Respect kemampuan kita merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain yang kemudian berdampak pada sikap tanggung jawab ketika membuat keputusan.
Nampaknya saat ini respect dan responsibility itu telah menjadi barang langka kalau tak boleh dibilang sudah hilang dari pemerintahan saat ini.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi