“Dia mahasiswi saya,” ujar Pranowo. “Masih semester 7,” tambahnya.
Pembicara lainnya adalah Prof Dr Edi Santoso dari Institut Pertanian Bogor dan Aditya Demi Al Ersyad Fadli, pengusaha benih terkemuka asal Ngawi. Dr Ir Suwardi, dirjen Tanaman Pangan juga memberi paparan.
“Saya bangga ada milenial mau terjun ke pertanian,” ujar Pranowo tentang Rani.
Saya jadi tertarik mengikuti seminar itu. Saya juga ingin tahu kebijakan baru soal porang. Saya pun menelepon Rani –sebelum saya tahu dia itu perempuan.
BACA JUGA: Empat Sekawan
Ternyata dia asli Makassar. Kuliahnyi saja di Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarya di Magelang. Program D4. Jurusan teknologi benih.
Sebenarnya Rani ingin mengikuti jejak ayahnyi: di dunia perhotelan. Sang ibu melarang. “Kamu kan wanita. Berjilbab pula. Tidak cocok,” kata sang ibu rumah tangga, seperti ditirukan Rani.
Kebetulan keluarga ini punya famili di Magelang. “Sebenarnya saya tidak ingin merantau. Tapi saya juga ingin menyenangkan orang tua. Saya pun ke Magelang,” ujar gadis Bugis ini.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi