Minggu, 31 Mei 2026, pukul : 16:26 WIB
Surabaya
--°C

Kasus Sambo, dari Yosua Belok ke Makruf

Dikutip dari Kamus Oxford University, berjudul “Eunuch” (Oxford, Clarendon Press. 1998) disebutkan, raja-raja jadul mengalami ini: Permaisuri atau selir-selir, diselingkuhi pengawal. Maka, ditemukan cara: Eunuch.

Eunuch, dari Bahasa Yunani Kuno, berarti pria kasim. Pria yang dikebiri. Bentuk kebiri berbeda-beda di setiap negara. Di Yunani, pria itu diamputasi testis, tidak mungkin ereksi. Di China kuno, diamputasi testis sekaligus penis. Bablas. Sehingga rata mulus seperti jidat.

Eunuch tidak mungkin selingkuh dengan permaisuri, selir, bahkan wanita siapa pun. Sehingga, raja pasti percaya kepada Eunuch. Merasa aman.

BACA JUGA: Samboisasi Tata Kelola Negara

Disebutkan di kamus itu, Eunuch sudah ada sejak tahun 2000 sebelum Masehi. Atau 4.000 tahun silam.

BACA JUGA  Fuad Hassan: Psikolog, Seniman, dan Tokoh Pendidikan Indonesia

Dipaparkan, di zaman Kekaisaran Ottoman (1300 Masehi) berpusat di Byzantine, Konstantinopel, ada Harem Agasi. Di situlah ada beberapa orang kasim, penjaga harem, tempat selir raja. Itulah orang kasim yang tercatat sejarah.

Tapi, sejak ribuan tahun sebelumnya, sudah ada Eunuch. Fungsinya sebagai abdi dalem, atau pembantu rumah tangga kerajaan. Tugasnya kemudian berkembang, tidak hanya pembantu rumah tangga. Melainkan jadi mata mata raja.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.