Puja Puji
RDP dengan Komisi III DPR-RI niscaya merupakan beban baru bagi Kapolri. Isinya lebih banyak puja puji kepada Kapolri yang disampaikan oleh hampir seluruh anggota komisi itu. Kita mencoba menanti pendapat dari anggota gender wanita. Tapi ya ampun, tidak bermutu. Buang-buang kuota saja gender ini.
Tak pelak pemandangan itu menjadi santapan olok-olok Netizen dan kritik media pers. Sindiran yang pernah dilontarkan Menkopolhukam Mahfud MD dua pekan lalu seakan terkonfirmasi. Anggota Komisi III DPR-RI dikritik Mahfud karena sekian lama bungkam tak berkomentar apa-apa merespons kasus Duren Tiga. Padahal, peristiwa itu terjadi di lingkungan pengawasannya. Alasan reses sulit diterima. Di era teknologi digital di mana pun anggota berada dapat dijangkau dengan mudah.
BACA JUGA: Ungkap Kasus ”Polisi Tembak Polisi”, DK PWI Pusat Dorong Wartawan Lakukan Invesitigasi
Begitu RDP para anggota terhormat itu memang tampak seperti bangun tidur. Isunya ketinggalan kereta. Semua bicara, namun bicaranya mengawang-ngawang, jauh dari ekspektasi publik. Banyak yang kedengaran baru belajar bicara, sebagian kesulitan menyusun pikiran. Makanya pengucapannya bertele-tele. Namun, dalam hal garang, berbanding sangat terbalik ketika menghadapi Mahfud, dua hari sebelumnya di tempat sama.
Ahli Hukum Tata Negara Bivitri Susanti pun menilai kejanggalan itu.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi