KEMPALAN: AHAD (21/8) saya masih di atas sajadah sedang berdzikir selepas sholat subuh. Pukul 04.50 nada panggil HP berbunyi, di layarnya muncul nama Oom Dayat. Makjleb, hati penulis bergetar dan berkata jangan jangan…lalu HP penulis angkat terdengar suara tangis Om Dayat. “Innalillahi WA innaa ilaihi ra’jiun,” ucap spontan penulis. “Iya Mas Ferry, Dik Mang –panggilan alm H Hadiaman Santosa dalam keluarga– barusan wafat. Ini saya di RS bersama keluarga Dik Mang,” kata Oom Dayat –kakak kandung alm H Hadiaman Santosa yang akrab dipanggil Om Has di kalangan wartawan.
Saat itu juga, kabar wafatnya Om Has, penulis unggah ke beberapa WAG, khususnya di kalangan wartawan.
Saya mengenal Om Has 40 tahun lalu. Saat itu suasana Pemilu 1982 di Malang. Oom Has waktu itu usianya 38 tahun, penampilannya handsome dan necis. Orang tak menyangka kalau kerjaannya seorang wartawan. Sedangkan saya kala itu usia 27 tahun –fresh greudate– belum jadi wartawan tapi sudah suka menulis. Sejak perkenalan itu, saya akrab dengan Om Has hingga akhir hayatnya.
Seusai Pemilu cukup lama tidak bertemu Oom Has. Enam tahun kemudian (1988) kembali berhubungan dengan Oom Has ketika acara pengukuhan PWI Perwakilan Malang, dimana saya yang sudah jadi wartawan JP biro Malang dilantik sebagai salahsatu pengurus.
Sejak itu, keakraban saya dengan Oom Has kembali terjalin. Saking akrabnya, Om Has dikenal dekat oleh keluarga saya, sebaliknya saya juga dekat dengan keluarga Om Has.
Keakraban itu semakin kuat, ketika saya tahun 2004 pindah dari Malang ke Sidoarjo. Sejak itu, slain di acara HPN (Hari Pers Nasional), hampir saban hari Om Has bertemu saya.
Silaturahmian itu biasanya dibarengi acara maksi — makan siang. Biasanya di acara maksi itu Oom Has mengajak Oom Dayat, Arifin BH, Suyono Wasis. Sedangkan saya ditemani sahabat Indro ‘Tomdut’ Sulistyo dan alm Abubakar Yarboo, Herry Sunaryo
Pada Februari 2007, saya bersama Oom Has dan Uda Yousri Raja Agam diundang Pak Dis (Dahlan Iskan) ke Tiongkok. Hampir dua minggu kami bertiga dijamu Pak Dis sebelum transplan operasi ganti hati di kota Tianjin tempat tinggal Pak Dis dan jalan jalan ke kota Yantai, Qingdao hingga ke Shanghai.
Keakraban dengan Om Has sempat terjeda selama tiga tahun. Sewaktu saya bekerja di Jakarta 2009-2012. Meski terjeda, komunikasi tetap setia saat lewat BB dan HP.
Dipertengahan 2012, saya balik ke Sidoarjo harus istirahat karena didiagnosa menderita sakit berat, Hepatitis C yang nyaris mengikuti jejak Pak Dis. Nah, selama dalam perawatan baik di rumah (Juanda) dan di RS Mitra Keluarga, Om Has setiap hari menjenguk saya. Begitu pun, saat Om Has sakit awal Juli lalu, saya pun selalu menjenguknya baik di RS Islam Jemur maupun di rumahnya.
Selain di negeri tirai bambu tahun 2007, ada kenangan yang tak terhapuskan. Yaitu di tahun 2014, ketika saya bisa mengajak Om Has menunaikan ibadah umrah. Selain Om Has, ikut juga wartawati Brigita Manohara yang ketika itu masih presenter Metro TV biro Surabaya.

Sebagai wartawan, baik saat jadi Kabiro SI di Surabaya lalu hijrah ke Harian Surya, Om Has juga lama menjadi pengurus PWI Jatim. Sebagai Sekertaris mendampingi Pak Dis selaku Ketum.
Karena itu Om Has dikenal sebagai wartawan senior oleh hampir semua insan pers di Jatim.
Kala sebagai Kepala Perwakilan SI di Surabaya. Om Has dibantu alm Pak Sam Abede khusus urusan redaksi. Ditambah lagi “orang pusat” alm Peter A Rohi yang kerap mampir di kantor SI di Jln Tegalsari yang kini jadi sebuah hotel.
Oom Has waktu itu adalah sosok wartawan yg cukup populer lantaran akrab dgn kalangan pejabat, pengusaha dan tokoh masyarakat. Seperti Jendral Purn R Hartono, Ka jagung MA Rahman.

Sosok Om Has juga dikenal figurnya selalu baik ke siapa pun.
Ahad kemarin Oom Has yang saya kenal akrab sejak 40 tahun lalu dan saya anggap sebagai senior, sahabat, juga saudara telah berpulang ke rahmatullah.
Saya hanya bisa berdoa semoga jalan menuju surga dilapangkanNYA dan keluarga diberi ketabahan. Insyaa Allah semua amal kebaikkan Om Has jadi pengampun dosa-dosanya dan Allah Ta’ala menerima disisiNYA serta ditempat dalam surga karena tergolong husnul khotimah. Aamiin. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi