Dimas Kanjeng mengaku bisa menggandakan uang dan banyak orang yang percaya. Ternyata hal itu hanya tipu-tipu dan dia dilaporkan ke polisi karena menggelapkan yang sampai Rp 10 miliar. Tapi Dimas Kanjeng lolos dari hukuman karena pengadilan memvonisnya nol tahun.
Dimas Kanjeng kembali ditangkap karena tuduhan pembunuhan. Ia diduga membunuh atau memerintahkan pembunuhan terhadap pengikutnya yang mulai mempertanyakan kesaktiannya. Di padepokannya ditemukan kuburan yang diduga berisi korban pembunuhan. Dimas Kanjeng akhirnya divonis 18 tahun.
Fenomena Dimas Kanjeng memunculkan paradoks yang membuat heboh. Salah satu pengikut setia Dimas Kanjeng ialah Marwah Daud Ibrahim yang dikenal sebagai salah satu ilmuwan dan cendekiawan terkemuka di Indonesia. Marwah, profesor dengan gelar doktor dari American University, Amerika Serikat, menjadi pengikut dan pembela setia Dima Kanjeng karena mengakui kehebatan ilmunya.
BACA JUGA: Jilbab
Marwah sangat yakin Dimas Kanjeng tidak melakukan penipuan, tapi memiliki karomah dan mukjizat. Marwah bahkan pasang badan ketika Dima Kanjeng menjadi tersangka kasus pembunuhan dan penipuan penggandaan uang.
Marwah bergabung dalam padepokan Dimas Kanjeng sejak 2011. Ia yang menjadi Ketua Komisi Perempuan dan Anak Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Sekjen Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) itu mengaku sudah melakukan istikharah. Ia mengaku tiga kali melihat Dimas Kanjeng bisa mendatangkan uang dengan mata kepalanya sendiri, Marwah mantap habis-habisan membela Dimas Kanjeng.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi