YOGYAKARTA–KEMPALAN: Anies Baswedan dibesarkan di Yogyakarta dalam didikan budaya Jawa yang kental. Gubernur DKI Jakarta ini paham betul dengan seluk beluk budaya Jawa, termasuk rumah adat Jawa, joglo.
Di kediamannya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, juga ada joglo yang sangat jarang ditemui. Ya, joglo tersebut punya sejarah panjang, berasal dari Kiai Ageng Muhammad Hasan Besari yang wafat pada 1747, seorang ulama besar asal Ponorogo, Jawa Timur.
“Joglo di rumah Anies di Lebak Bulus itu dari Ponorogo, kebetulan saya merenovasi joglo yang sudah berusia lebih 270 tahun itu,” kata Danang Anggoro Murti, tokoh Joglo Nusantara di Yogyakarta, Selasa, 26 Juli 2022.
Menurut dia, joglo di rumah Anies Baswedan di Lebak Bulus itu jenis Pinayungan Lambang Gantung. Sangat jarang di muka Bumi ini. “Itu sejarahnya joglo pemberian dari Raja Kasunanan Surakarta Paku Buwono II kepada Kiai Ageng Muhammad Hasan Besari,” ungkapnya.
Joglo itu diberikan dari Paku Buwono kepada Kiai Besari sebagai hadiah. Kiai Besari dianggap berjasa membantu Kasunan Surakarta dalam melawan penjajah. “Selain memberi tanah perdikan, juga memberi joglo yang sangat langka itu,” kata Danang.
Danang yang merupakan teman sekelas Anies Baswedan saat di SMAN 2 Yogyakarta ini mengungkapkan, joglo tersebut memiliki tiang dengan ukuran 23 x 23 sentimeter. Ukuran yang besar karena rata-rata hanya 18 x 18 sentimeter.
Joglo yang terbuat dari kayu jati itu diambil dari hutan Donoloyo. Motif kayu jatinya unik dan membedakan dengan motif kayu jati yang lain. “Motifnya unik dan sama. Artinya, saya bisa memastikan bahan Joglo ini berasal dari pohon yang sama dengan ukuran yang besar,” kata Danang Kuncung, sapaan akrabnya.
Lebih lanjut pemilik Tim Bola Voli Ganevo Yogyakarta ini mengungkapkan, Anies Baswedan beruntung bisa memiliki joglo yang bersejarah ini. “Ibaratnya sudah menjadi pulung (keberuntungan) bagi Anies,” ucapnya.
Dia masih ingat betul pertama kali dihubungi Anies saat mencarikan bangunan joglo. “Sudah lama tidak berkomunikasi, tiba-tiba Anies menghubungi saya. Bro, golekke joglo (tolong carikan joglo),” kata Danang menirukan ucapan Anies Baswedan ketika itu.
Teman sebangku dengan Anies di kelas II SMAN 2 Yogyakarta ini menuturkan, joglo tersebut tidak lain milik Kiai Besari. Saat itu kondisinya sudah rusak. Kemudian dibawa ke Yogyakarta untuk direnovasi. Setelah bagus baru dibawa ke Lebak Bulus, Jakarta.
“Kita diskusi panjang tentang joglo itu. Dan Anies paham betul tentang joglo, tentang makna dan filosofinya. Saya bisa mengatakan, Anies itu seorang budayawan, yang paham betul budaya khususnya Jawa,” ujar Danang. (kba)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi