Minggu, 26 April 2026, pukul : 06:53 WIB
Surabaya
--°C

Bukan Gugat

Abdul Wahib

Para profesor Gak beda jauh kok sama pemain bola indonesia. Di usia muda kualitas sama dg pemain eropa, bahkan lebih. Begitu sdh dewasa, dapat kontrak mahal dari klub lokal, bisa beli rmh, beli fortuner, sdh cukup. Wis berhenti sampai di situ. Karena mimpinya ya cm itu. Beli rmh, beli mobil. Akhirnya kualitas pemain ya cm sampai disitu.

alasroban

Kalau universitasnya selevel dengan Ghana ya lumayan. Karena sepak bolah kita bahkan belum mampu menyamai Ghana. Ghana pernah lolos kualifikasi piala dunia. Dan sepak bola kita belum pernah. Wkwkwkwk.

Mirza Mirwan
Ada beberapa lembaga pemeringkat perduruan tinggi dunia. Selain Times Higher Education (THE) — yang disebut Prof. Mikra — juga ada Webometrics, Quacquarelli Symonds World University Rankings (QS WUR), Uni Rank, dan lainnya. Masing-masing lembaga memakai indikator yang berbeda untuk pemeringkatan. Dan hasilnya juga berbeda. Sebagai contoh. Versi THE, peringkat UI : 801-1000), ITB : 1001-1200, dan UGM : 1201 + . Sementara versi QS WUR, UGM: 254, UI: 290, dan ITB: 303. Benar bahwa versi THE peringkat perguruan tinggi kita, versi THE, kalah dengan, misalnya, Addis Ababa University, Etiopia, yang berada di peeingkat 401-500 atau Makerere, Uganda, 601-800. Tetapi apakah keunggulan peringkat universitas di Addis Ababa (Etiopia) dan Kampala (Uganda) itu berbanding lurus dengan keunggulan negara bersangkutan? Ternyata tidak, kok. Sampai sekarang, menurut PBB, Etiopia dan Uganda masih termasuk negara belum berkembang, least developed country. GDP per kapita kedua negara itu hanya sepersepuluh GDP per kapita Indonesia. Indeks Pembangunan Manusia (HDI) juga masih di bawah 0,500, kalah jauh dari Indonesia yang ANDA JUGA TAHU (wkwkwk). Tapi saya setuju dengan Prof. Mikra, bahwa gairah untuk melakukan riset para dosen di Indonesia langsung melemah begitu mereka sudah menyandang profesor.

ibnuhidayat setyaningrum

Hemm.. Duh Nestapa gundah hati hamba.. Duh Nestapa… Menyimak prestasi perguruan tinggi kita begitu miris. Lha apa lagi mengingat diri sendiri yang ketika kuliah asal dapat ijazah??

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.