Jumat, 8 Mei 2026, pukul : 14:23 WIB
Surabaya
--°C

Ritme Putin

Setelah pertemuan NATO di Spanyol pekan lalu Presiden Joe Biden tidak khawatir kehilangan dukungan rakyat Amerika. Ia justru menyiapkan mental rakyatnya untuk lebih tahan bantingan.

“Kita harus siap dengan harga bensin yang tinggi lebih lama lagi,” ujar Biden. “Sampai Ukraina memenangkan perang,” tambahnya.

Biden mengakui bahwa kenaikan harga-harga ini akibat sanksi yang dijatuhkannya kepada Rusia.

Berapa lama harga tinggi itu bisa diterima oleh rakyat? “Selama masih harus tinggi,” ujar Biden. “Rusia tidak boleh mengalahkan Ukraina dan negara-negara di belakang Ukraina,” katanya. “Kita harus memperkuat NATO,” tambahnya.

Perkuatan NATO itulah yang bikin Putin menyerang Ukraina. Itu dianggap ancaman nyata bagi Rusia. Apalagi kalau negara satu ranjangnya dulu, Ukraina, diterima sebagai anggota baru NATO.

Tentu banyak orang Amerika yang marah pada Biden. Harga BBM sekarang ini sudah di atas USD 5/galon. Lebih dua kali lipat dari masa pemerintahan Donald Trump. “Harusnya Biden membuat Amerika mandiri energi,” ujar pengamat di sana. “Bukalah semua tanah federal. Gali minyaknya,” katanya.

Tapi Biden dikenal anti pengeboran minyak baru. Ia melancarkan perang terhadap penggunaan energi fosil. Amerika harus mengarah ke green energi. “Akhirilah perang pada sumber energi lama,” kata yang anti Biden.

Presiden Ukraina sendiri, Zelenskyy, terus saja mengeluhkan kurangnya bantuan dari Barat. Baik logistik maupun peralatan perang.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.