Kamis, 18 Juni 2026, pukul : 09:46 WIB
Surabaya
--°C

Bangsa Kuli

Nasionalisme Bung Karno tidak diragukan lagi. Dia membawa bangsa Indonesia memasuki gerbang kemerdekaan dan melepaskan diri dari cengkeraman penjajahan. Secara formal penjajahan telah diakhiri dengan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Tetapi, penjajahan terselubung masih terus berlangsung, dan Bung Karno selalu mengingatkan bahwa perjuangan melawan penjajahan terselubung itu menjadi perjuangan yang panjang.

Penjajahan fisik, seperti yang dilakukan Belanda dan negara-negara kolonialis lainnya, adalah bentuk dominasi dari penjajah terhadap negara jajahan. Hubungan tuan dan budak yang tidak seimbang. Dominasi dilakukan dengan penguasaan secara langsung terhadap suatu wilayah. Dominasi bisa diakhiri secara formal melalui kemerdekaan. Tetapi, setelah dominasi pergi masih ada kekuatan penjajah yang tertinggal yaitu hegemoni.

BACA JUGA  Siapa Doni Wijanarko

BACA JUGA: Survei Terkutuk

Hegemoni adalah penguasaan yang bersifat tidak langsung dalam bentuk penguasaan ideologi, peradaban, dan budaya. Sebuah bangsa bisa saja sudah merdeka dan terbebas dari dominasi. Tetapi, bangsa itu tidak sadar bahwa sebenarnya mereka tidak benar-benar merdeka karena masih menjadi subjek hegemoni dari negara lain.

Hegemoni itulah yang dilawan oleh Bung Karno. Sebagai seorang orator ulung Bung Karno menciptakan jargon-jargon perjuangan untuk menggelorakan semangat rakyat. Bung Karno dengan tegas mengatakan ‘’Malaysia kita ganyang, Inggris kita linggis, Amerika kita setrika’’.

Bung Karno menganggap Malaysia sebagai bentuk hegemoni dari kekuatan penjajah. Karena itu Bung Karno mengumumkan konfrontasi terhadap Malaysia. Bung Karno menentang Inggris dengan ancaman linggis dan menolak Amerika dengan ancaman setrika. Itu adalah ekspresi Bung Karno untuk menolak hegemoni negara-negara imperialis.

BACA JUGA  Mundur Selangkah, Maju Seribu Langkah

Hegemoni itu dilanjutkan dengan wajah yang lebih bersahabat ketimbang penjajahan. Hegemoni dilakukan dengan cara memberikan bantuan ekonomi kepada negara-negara yang baru merdeka. Bung Karno tanpa ragu menolak bantuan-bantuan itu. Go to Hell with your Aids. Pergi ke neraka dengan bantuan-bantuanmu itu. Sebuah perlawanan yang keras dan tegas oleh Bung Karno. Dengan menampik bantuan itu Bung Karno menepis munculnya hegemoni sebagai bentuk penjajahan baru.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.