Sebagaimana disampaikan oleh Ujang Komarudin, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ( IPR), dalam diskusi yang diadakan oleh Media Indonesia, Jumat malam, 1 Juli 2022, “Jangan lupa di tingkat elite itu ada juga kelompok yang memang (berupaya) agar Anies tidak boleh nyapres,”.
Akan ada upaya membajak suara rakyat melalui elit partai, karena memang itulah ruang yang bisa menghadang lajunya Anies.
Menghadapi dilema yang seperti tentu tidak ada pilihan bagi Anies kecuali melakukan kompromi – kompromi dalam batas – batas yang dibolehkan dengan tidak mengingkari amanah rakyat.
BACA JUGA: Anies Baswedan, Gagasan Narasi Karya, Menjawab Tantangan Masa Depan
Sebagaimana yang dilakukan oleh Anies di Jakarta, Anies melakukan tindakan – tindakan terukur, misalnya dari 17 pulau reklamasi, Anies menutup 4 pulau yang selebihnya terjadi kompromi dan tentu digunakan untuk kepentingan rakyat.
Hal yang sama terjadi apartemen apartemen Lavande, Jakarta Selatan, tentang perlakuan yang dianggap sewenang-wenang dari pengembang Agung Podomoro Land (APL).
Anies tidak mencabut izin pengembang tapi dia dengan tegas akan menegakkan peraturan gubernur agar semua bisa taat menjalankan.
Anies Baswedan berapi-api menantang pengembang nakal di Jakarta yang tak mau patuh dengan aturan mengenai pengelolaan rumah susun milik. Dia awalnya mendengar cerita warga penghuni apartemen Lavande, Jakarta Selatan, tentang perlakuan yang dianggap sewenang-wenang dari pengembang Agung Podomoro Land ( APL)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi