Selasa, 2 Juni 2026, pukul : 13:39 WIB
Surabaya
--°C

Pahlawan Irpin

Setelah menerima Presiden Jokowi itu Zelenskyy kembali bergulat dengan keadaan perang. Hari itu Zelenskyy membuat keputusan final: memutus hubungan diplomatik dengan Syria. Itu lantaran Syria mengakui berdirinya negara merdeka di bagian Timur Ukraina yang direbut Rusia.

Presiden Jokowi menyampaikan simpati dan keprihatinannya akibat serangan Rusia ke Ukraina. Cukup. Tidak bisa lebih dari itu. Presiden masih harus ke Moskow, bertemu Presiden Vladimir Putin.

Maka Presiden Jokowi tidak bermalam di Ukraina. Ia langsung kembali ke kota Przemyśl. Kembali naik kereta 12 jam.

BACA JUGA: Merdeka Huey

Setidaknya Presiden Jokowi telah mencatatkan sejarah sebagai pimpinan negara Asia pertama yang ke Ukraina di masa perang. Sebagai ketua G20 Jokowi harus melakukan itu.

BACA JUGA  KEAJAIBAN HONDURAS: Monster Baru IFA7 Lahir dari Kampung, Indonesia Kubur Brasil Lewat Drama Penalti!

Dari Przemyśl, Presiden Jokowi terbang ke Moskow. Hanya satu jam penerbangan. Kalau lurus.

Di Rusia beban misi Presiden Jokowi tentu lebih berat. Ia berhadapan dengan Presiden negara besar yang tidak takut apa pun: Amerika, NATO, G7, dan tentu juga G20.

Tapi Presiden Jokowi setidaknya bisa menyuarakan langsung ke Vladimir Putin: gara-gara serangannya ke Ukraina ia harus memecat Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. Semua negara ikut menderita. Ada yang sampai bangkrut seperti Sri Lanka.

Dituruti atau tidak rasanya tidak penting. Putin harus mendengar itu. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.