Penerbangan Zagreb-Sarajevo memakan waktu satu setengah jam. Ketika rombongan diminta untuk bersiap mengenakan rompi dan helm pengaman, Pak Harto terlihat tetap tenang di kursinya.
Sjafrie Sjamsoeddin yang memimpin pasukan pengamanan presiden saat itu duduk di depan Pak Harto sambil membawa helm dan rompi. Ia bermaksud supaya sang presiden meminta kedua pengaman tersebut untuk dikenakan. Namun, Pak Harto enggan memakai rompi anti peluru itu
.
Pak Harto pada akhirnya mendarat hanya mengenakan jas dan kopiah. Suasana di bandara sangat menegangkan karena banyak senjata yang siap sedia setiap saat ditembakkan dan bisa dengan mudah merontokkan pesawat terbang.
BACA JUGA: Holywings
Sjafrie kemudian memutuskan untuk meminjam kopiah seorang wartawan dan menyembunyikan rompinya dibawah overcoat yang ia kenakan. Ia sengaja melakukan penyamaran supaya penampilannya mirip Soeharto untuk mengelabui kemungkinan serangan dari sniper atau penembak jitu.
Perjalanan makin menegangkan karena melewati daerah berbahaya yang disebut sniper valley, lembah sniper, sebuah lembah yang penuh dengan penembak jitu dari kedua pihak yang bertikai. Rombongan presiden berhasil melewati lembah dan tiba di Istana Kepresidenan Bosnia. Kondisi istana berantakan kurang terurus karena perang.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi