Senin, 1 Juni 2026, pukul : 17:27 WIB
Surabaya
--°C

From Russia with Love

Negara-negara itu serumpun sesama etnis Slavic tetapi dipisahkan oleh sub-etnik yang saling bermusuhan terutama karena perbedaan agama. Runtuhnya komunisme Uni Soviet dan Eropa membuat negara-negara kecil di Balkan di bawah federasi Rusia ingin memerdekakan diri. Perang antar-etnis tidak terhindarkan karena batasan geografis yang kabur di antara wilayah-wilayah etnis itu.

Pada Maret 1995, Presiden Soeharto bersama rombongan tiba di Eropa. Mereka sempat singgah di Zagreb, Kroasia dan bertemu langsung dengan Presiden negara itu Franjo Tudjman untuk merundingkan berbagai strategi yang memungkinkan untuk mengakhiri konflik. Kroasia juga sudah memerdekakan diri dan menghadapi ketegangan dengan Serbia yang agresif.

BACA JUGA: Pemersatu Bangsa

Di Kroasia, rombongan Indonesia mendapat kabar tentang pesawat yang ditumpangi utusan khusus PBB, Yasushi Akashi, ditembak jatuh pada 11 Maret 1995 saat terbang ke Bosnia. Kabar ini tidak menyiutkan nyali Soeharto. Pada 13 Maret 1995, Pak Harto pamit kepada Presiden Kroasia untuk terbang ke Bosnia menggunakan pesawat sewaan buatan Rusia yang dibuat oleh PBB.

BACA JUGA  Misi Emas Porprov X: Skuad Voli Putra Surabaya Mulai Terbentuk

Sebelum pesawat lepas landas, rombongan Indonesia, termasuk Soeharto diminta untuk mengisi formulir pernyataan risiko. Formulir tersebut menyatakan bahwa PBB tidak akan bertanggung jawab atas kejadian apapun yang menimpa Soeharto dan rombongan dalam kunjungan tersebut.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.